WARTA MINGGU, 15 AGUSTUS 2021
Pembacaan Alkitab bersama di gereja kita dalam minggu ini memberkati saya pribadi. Saya bahkan
digerakkan untuk membagikan apa yang memberkati ini dari tokoh yang bernama
Daniel dalam doa bersama jumat kita kemarin. Ia, seperti kita, sedang mengalami
hal yang tidak menyenangkan hari-hari ini. Ia berada dalam tekanan bahkan
ancaman kematian beberapa kali, namun Ia
TETAP (bukan sekali-kali, tetapi hampir selalu) menjadi orang yang BERSEMANGAT
DAN BERDAMPAK. Apa rahasianya Daniel tetap bersemangat dan berdampak?
Rahasia
kedua adalah MEMILIKI KERELAAN
MENJADI SALURAN BERKAT TUHAN. Saat itu, sebagian orang dari kelompok orang
bijaksana yang dipanggil raja, gagal memenuhi permintaan raja untuk mengatakan
apa mimpinya serta penjelasan. Sebagai akibatnya, raja marah dan mau membunuh
bukan saja mereka yang menghadap raja tetapi semua yang termasuk pekerja
kelompok orang bijaksana dimana Daniel termasuk di dalamnya.
Daniel
tidak berdiam diri dan mengajukan diri untuk memenuhi permintaan raja, karena
ia yakin pertolongan Tuhan. Namun, waktu ia mengajukan kepada Ariokh lihat apa
yang diminta Daniel- “Sebab itu
pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan
orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya,
demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu
jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan
memberitahukan kepada raja makna itu!" (2:24)
Ia tidak
hanya menyelamatkan dirinya sendiri dengan kesediaannya memenuhi permintaan
raja. Ia minta supaya semua orang bijaksana diselamatkan. Daniel menghidupi
panggilan Tuhan seperti yang dinyatakan kepada bapa moyangnya Abraham- “Aku
akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta
membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat,” (Kejadian 12:2)
Waktu Tuhan
menyelamatkan dan menjadikan kita milikNya, Ia juga menetapkan bahwa kita
keturunan Abraham yang dipanggil untuk menjadi berkat juga- “Dan jikalau
kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak
menerima janji Allah” (Galatia 3:29) Kesediaan menjadi saluran berkat
Tuhan, sehingga ada orang-orang yang kepada siapa kita menyalurkan mengalami
perubahan dan terobosan akan membuat kita terus bersemangat dan berdampak.
Rahasia
terakhir dari tetap bersemangat dan berdampaknya Daniel adalah MEMILIKI KETULUSAN
HATI DALAM APAPUN YANG IA LAKUKAN. Suatu ketika, Daniel diminta tolong oleh
anak raja yang telah melupakan akan jasa dia di zaman ayahnya. Tetapi, Ia tetap
memberikan pertolongan dengan mengatakan bahwa raja tidak perlu memberikan
apa-apa kepadanya seperti yang raja janjikan. Mengapa ia bisa demikian?
DANIEL memiliki ketulusan hati. Ia menolong bukan hanya orang yang baik kepada dia tetapi semua yang membutuhkan pertolongannya. Daniel juga menolong karena Tuhan mampukan dan tidak mengharapkan balas jasa. Kita menjadi orang yang kecewa/ tidak bersemangat karena kita mengharapkan balas jasa. Padahal, ada saja orang yang kita tolong akan lupa berterima kasih. Kita juga sering kali terjebak berharap balas jasa karena kita merasa menolong dari kehebatan/ kemampuan kita. Ayo, miliki apa yang Daniel miliki untuk tetap bersemangat dan berdampak!










Comments
Post a Comment