WARTA MINGGU, 15 AGUSTUS 2021

  Pembacaan Alkitab bersama di gereja kita dalam minggu ini memberkati saya pribadi. Saya bahkan digerakkan untuk membagikan apa yang memberkati ini dari tokoh yang bernama Daniel dalam doa bersama jumat kita kemarin. Ia, seperti kita, sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan hari-hari ini. Ia berada dalam tekanan bahkan ancaman kematian  beberapa kali, namun Ia TETAP (bukan sekali-kali, tetapi hampir selalu) menjadi orang yang BERSEMANGAT DAN BERDAMPAK. Apa rahasianya Daniel tetap bersemangat dan berdampak?

  Yang pertama, MEMILIKI KEDEKATAN DENGAN TUHAN MELALUI DOA. Ketika ia berdoa, Ia merindukan mengalami nyata kasih sayang Tuhan (2:18). Selain itu, doa menjadi hal yang rutin Ia lakukan beberapa kali setiap harinya (6:11). Bahkan, ada waktunya, ia menyertai doanya dengan puasa (berhenti sejenak dalam kegiatan rutin makan dan minum dan lainnya) supaya dapat berkonsentrasi mendekat kepada Tuhan. (9:3)

  Rahasia kedua adalah  MEMILIKI KERELAAN MENJADI SALURAN BERKAT TUHAN. Saat itu, sebagian orang dari kelompok orang bijaksana yang dipanggil raja, gagal memenuhi permintaan raja untuk mengatakan apa mimpinya serta penjelasan. Sebagai akibatnya, raja marah dan mau membunuh bukan saja mereka yang menghadap raja tetapi semua yang termasuk pekerja kelompok orang bijaksana dimana Daniel termasuk di dalamnya.

  Daniel tidak berdiam diri dan mengajukan diri untuk memenuhi permintaan raja, karena ia yakin pertolongan Tuhan. Namun, waktu ia mengajukan kepada Ariokh lihat apa yang diminta Daniel- Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!" (2:24)

  Ia tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri dengan kesediaannya memenuhi permintaan raja. Ia minta supaya semua orang bijaksana diselamatkan. Daniel menghidupi panggilan Tuhan seperti yang dinyatakan kepada bapa moyangnya Abraham- Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat,” (Kejadian 12:2)

  Waktu Tuhan menyelamatkan dan menjadikan kita milikNya, Ia juga menetapkan bahwa kita keturunan Abraham yang dipanggil untuk menjadi berkat juga- “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah” (Galatia 3:29) Kesediaan menjadi saluran berkat Tuhan, sehingga ada orang-orang yang kepada siapa kita menyalurkan mengalami perubahan dan terobosan akan membuat kita terus bersemangat dan berdampak.

  Rahasia terakhir dari tetap bersemangat dan berdampaknya Daniel adalah MEMILIKI KETULUSAN HATI DALAM APAPUN YANG IA LAKUKAN. Suatu ketika, Daniel diminta tolong oleh anak raja yang telah melupakan akan jasa dia di zaman ayahnya. Tetapi, Ia tetap memberikan pertolongan dengan mengatakan bahwa raja tidak perlu memberikan apa-apa kepadanya seperti yang raja janjikan. Mengapa ia bisa demikian?

  DANIEL memiliki ketulusan hati. Ia menolong bukan hanya orang yang baik kepada dia tetapi semua yang membutuhkan pertolongannya. Daniel juga menolong karena Tuhan mampukan dan tidak mengharapkan balas jasa. Kita menjadi orang yang kecewa/ tidak bersemangat karena kita mengharapkan balas jasa. Padahal, ada saja orang yang kita tolong akan lupa berterima kasih. Kita juga sering kali terjebak berharap balas jasa karena kita merasa menolong dari kehebatan/ kemampuan kita.  Ayo, miliki apa yang Daniel miliki untuk tetap bersemangat dan berdampak!





















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025