WARTA MINGGU, 4 JULI 2021

  Salah satu dari tindakan yang Tuhan suka lakukan, sebagai bukti kasihNya, adalah melakukan “Intervensi”. Apakah arti dari kata intervensi? Secara sederhana artinya adalah CAMPUR TANGAN. Mengapa sampai diperlukan campur tangan? Alasan utamanya, karena ada perselisihan terjadi, dimana salah satu pihaknya tidak berdaya dan membutuhkan campur tangan ini. Dengan mengerti arti kata ini, betapa kita masih dan selalu perlu intervensi Tuhan.  Ada suatu lagu lama yang mengingatkan hal ini yang sebagian syairnya mengatakan- ku perlu Tuhan segenap hidupku, kuperlu Tuhan setiap waktu.

  Alkitab mencatat puluhan intervensi Tuhan, kita akan lihat tiga bukti. Pertama, ketika Ishak mengalami bawah istrinya mandul sehingga tidak bisa memberikan keturunan. Ishak, dipihak yang tidak berdaya dengan kemandulan, berdoa dan intervensi Tuhan terjadi. (Kejadian  25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung)

  Tuhan bukan saja melakukan intervensi dalam pribadi, Ia melakukan juga untuk kehidupan satu bangsa. Bukti kedua ada di  2 Tawarikh 7: 14” dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka”. Satu bukti dari Perjanjian Baru ( Kisah Para Rasul 12:5-12).  Saat Petrus ditahan di dalam penjara karena tuduhan salah, jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah dan Ia dilepaskan secara mujizat oleh malaikatNya.

  Ada satu tindakan muncul dalam setiap kisah orang yang mengalami intervensi Tuhan yaitu DOA. Namun, bukan rahasia, banyak doa tidak mengalami intervensi Tuhan. Doa yang mengalami intervensi Tuhan adalah doa yang dinaikkan sebagai semangat sebagai berikut:

1.Semangat Mendekat kepada Tuhan

  Pemazmut  mengalami intervensi keselamatan dan pengharapan karena Ia mendekatkan diri kepada  Tuhan- Mazmur 62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku 6… sebab dari pada-Nyalah harapanku. Banyak doa dinaikan hanya sekedar karena kita mau mendapatkan pertolongan Tuhan. Padahal, yang Tuhan mau, kita berdoa untuk intim/dekat dengan Tuhan. Ketika muridnya minta diajarkan berdoa, Ia mengajarkan untuk memulai doa dengan memanggilNya bukan saja “Bapa” tetapi “Bapa Kami”. Tuhan mau ada hubungan dekat seperti Bapa yang baik dengan anak-anak yang dikasihiNya.

2. Semangat menang atas kekuatiran

  Kita berdoa karena ada hal yang mengkuatirkan atau di luar kendali kita. Dan untuk menang atas apapun bentuk kekuatiran, Tuhan memerintahkan agar, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6). Ingat, Kekuatiran membuat firman tidak tumbuh dan memperpendek hidup. (Matius  13:22 …kekuatiran dunia ini … menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.: Matius 6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?). Tentunya, doa perlu disertai dengan syukur untuk menang atas kekuatiran dan alami intervensi Tuhan

3.semangat membangun kekuatan bersama.

  Ketika teman-teman dari orang lumpuh membawa temannya yang lumpuh ini kepada Tuhan Yesus, yang berada di satu rumah yang sangat penuh sehingga harus dimasukkan melalui atap rumah. Firman mengatakan bahwa Tuhan menyembuhkan karena melihat iman mereka/teman-temannya ini (Markus 2:5-12). Dan, diatas pun, kita melihat Tuhan melepaskan Petrus dari penjara karena kekuatan doa bersama. Mari, selain doa pribadi, kita perlu bangun kekuatan doa bersama!












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025