WARTA MINGGU, 25 JULI 2021

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. 1 Yohanes 3:18 TB

Menjadi garam dan terang dunia bukan semata-mata hanya didiskusikan, ini adalah tentang segera melakukan sesuatu. Alkitab menyatakan bahwa di masa-masa akhir ini “…kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12). Orang tidak lagi punya kepedulian terhadap sesamanya karena fokus hidupnya adalah untuk diri sendiri. Kata kasih acapkali hanya sekedar slogan yang tak berhenti digembar-gemborkan tapi tak ada wujud nyata. Apalagi disaat pandemi seperti ini, seringkali kita hanya berfokus untuk mencari aman bagi diri sendiri dalam segala hal.

Tetapi Firman Tuhan dalam Roma 8: 35, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”. Jadi seharusnya sekalipun dunia dan keadaan memaksa kita untuk terpisah satu sama lain, tidaklah demikian dengan kasih kita. Justru kasih kita harus semakin bertumbuh dari waktu ke waktu. Baik kasih kita kepada Tuhan, maupun kasih kita kepada sesama terlebih saudara seiman. Mengasihi bukanlah perbuatan pilihan atau tawaran, mengasihi haruslah menjadi kualitas hidup murid Kristus. Dan kasih harus di ekspresikan supaya bisa dirasakan oleh orang lain.

Ada 3 perbuatan kasih sebagai bentuk kepedulian yang dapat kita ekspresikan :

1.    Peduli pada keselamatan orang lain.

Bersaksi, mengabarkan Injil harus lahir dari kerinduan untuk melihat orang lain juga diselamatkan Tuhan. Tuhan ingin kita membagikan berita Injil kepada orang lain, pertama tama adalah orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan biarkan penjara ketakutan, sungkan dan malu membelenggu kita, sehingga kita tidak berani menyampaikan kabar baik. Bagian kita adalah mengabarkan kabar Injil sukacita dan bagian Tuhan adalah menjamah orang tesebut.

2.    Peduli pada kebutuhan orang lain

Setiap orang memiliki kebutuhan masing-masing yang harus dipenuhi, namun jangan sampai fokus memenuhi kebutuhan sendiri membuat kita lupa untuk menolong orang lain. Kadang kita lebih suka memberikan nasihat dan wejangan yang panjang dan lebar kepada seseorang disertai dengan ayat-ayat Alkitab yang kita pikir perlu buat dia padahal yang dibutuhkannya bukan itu. Mungkin sedikit perhatian kita menjadi kebutuhan dia saat ini. Atau kehadiran kita menjadi obat penawar kesedihannya saat ini. Tapi mungkin juga makanan atau barang yang dia butuhkan saat ini. Kita hanya perlu belajar peka pada Roh Kudus dan sedikit berempati sehingga bisa mengerti kebutuhan orang lain. Saat Yesus dipenuhi dengan belas kasihan, maka Yesus berkeliling untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Minta hati saudara dipenuhi oleh hati Yesus, maka kita dapat melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan.

3.    Peduli pada penderitaan orang lain

Ketidakmampuan seseorang memenuhi kebutuhannya bisa berakibat menjadi sebuah penderitaan bagi orang tersebut. Namun penderitaan tidak hanya berbicara tentang kurangnya pemenuhan kebutuhan. Penderitaan jiwa karena penyakit, kehilangan orang yang mereka kasihi, luka bathin karena perlakuan ketidakadilan yang diterima seseorang dsb, bisa mengakibatkan seseorang kehilangan harapan dan merasa tak berdaya. Tuhan Yesus beberapa kali menangis saat mendengar penderitaan orang lain. Ia menunjukan simpati dan empatinya yang kemudian disertai dengan tindakan untuk segera menolong orang tersebut. Saudara tidak perlu harus memiliki pengalaman yang sama untuk bisa berempati. Saat hati kita dipenuhi oleh pikiran dan perasaan Yesus, maka kerinduan untuk membagikan kasih Allah kepada orang lain akan mengalir dengan sendirinya. Percayalah bahwa kekuatan kasih mampu untuk menyembuhkan setiap penderitaan yang dialami seseorang.

Sesuatu yang memanusiakan kita bukanlah pikiran kita, akan tetapi hati kita; bukanlah kemampuan kita untuk berpikir, akan tetapi kemampuan kita untuk mengasihi.

 – Henri Nouwen








Halo rekan-rekan wanita! 
Kami akan mengadakan seminar online dengan tema INDAHNYA MEMASUKI USIA TENGAH BAYA,   yang akan dibawakan oleh *dr Mutiara Riani (Spesialis Obstetri dan Ginekologi)  

Acara kali ini akan menjawab pertanyaan-
pertanyaan para wanita seputar usia tengah baya.
* Apa ciri2 menopause? 
* Apakah org yg sdh menopause akan kehilangan gairah seksual?
* Mengapa saat masuk usia tengah baya, mood sy tidak stabil?  dll

 MARI BERGABUNG dalam acara ini agar kita memasuki usia tengah baya dengan tenang dan sukacita
Waktu : Selasa, 27 Juli 2021
Pukul : 18.30 - 20.00 WIB  Via Zoom

Seminar ini gratis dan terbuka untuk umum.Silahkan bagikan informasi ini kepada keluarga, kerabat dan rekan Anda sehingga lebih banyak orang yang  diberkati. 

Utk pendaftaran dan mendapatkan zoom link silakan isi form melalui link https://forms.gle/qYJhviCUF7YPXyeQ8

Informasi lebih lanjut dapat hubungi : Herny  
Whatsapp:  0819322403



PERTANYAAN DAN JAWABAN  ABBA CHALLENGE
SERTA NAMA-NAMA PESERTA YANG MENJAWAB BENAR



















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025