WARTA MINGGU, 18 JULI 2021
42…Tetapi Elia naik ke puncak gunung
Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 43
Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke
arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak
ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah
sampai tujuh kali. 44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan
kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata
Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan
sampai engkau terhalang oleh hujan." 45 Maka dalam sekejap mata langit
menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat…1 raja2 18:42-45
Kisah diatas adalah kisah yang cukup terkenal
bagi sebagian besar kita. Hujan sudah tidak turun sama sekali dalam waktu 3 1/2
tahun di Israel dan kekeringan melanda dimana-mana. Ini adalah bentuk hukuman
Tuhan terhadap penyembahan berhala yang mereka lakukan. Namun, Tuhan memutuskan
menurunkan hujan kembali melalui doa dari Elia. Namun, tanda yang diberikan
menjelang turunnya hujan yang sangat lebat itu hanyalah awan kecil sebesar telapak tangan (ayat 44). Wow,
siapa yang percaya hujan akan turun dengan melihat awan yang hanya sebesar
telapak tangan? Tidak ada. Tetapi, hujan turun dengan sangat lebat! (ayat 45)
Kesulitan yang terjadi sampai bertahun-tahun
bukanlah hal yang baru sebab sudah ada contohnya di Alkitab. Tetapi, puji
Tuhan, Ia pasti bertindak. Sebagai bentuk ketegasan kepada dosa, Tuhan akan mengizinkan
hukuman. Tetapi sebagai Tuhan yang penuh kasih, Ia mau memulihkan. Namun, ingatlah
cara Tuhan menjawab, kadang kelihatannya tidak meyakinkan, seperti di kisah
ini. Ia hanya memberikan tanda kecil yaitu “awan telapak tangan.”
Ada tiga hal yang Tuhan mau tunjukkan ketika Ia memunculkan tanda kecil-“awan setelapak tangan” sebagai jawaban dari seruan doa.
Pertama, TUHAN ADA. Ketika Elia berdoa dan tanda ini diberikan sebagai
jawaban, ini menunjukkan bahwa Tuhan ada, Tuhan yang Elia menaikan doaNya, itu
sungguh ada. Kadang kita tergoda meragukan kehadiran Tuhan ketika semua
kelihatannya penuh pergumulan. Tetapi, sebagaimana matahari tetap ada sekalipun
awan gelap menutupinya di siang hari demikian Tuhan kita tetap dan selalu ada.
Kedua, TUHAN MENDENGAR. Tanda
kecil yang Tuhan berikan sebagai respon doa membuktikan Ia mendengar doa Elia.
Tuhan mungkin belum memberikan jawaban namun Ia mendengar. Saat kita mungkin
berpikir Tuhan tidak mendengarkan doa, perhatikanlah tanda kecil yang Ia
berikan sebagai bukti Ia mendengarkan doa kita. Ada saatnya itu sebuah ‘chat’ memberkati
yang dikirim secara tiba-tiba oleh seorang teman. Ada saatnya itu sebuah ‘rasa
damai’ yang tidak bisa dijelaskan dan tiba-tiba ada di hidup kita.
Ketiga, TUHAN MULAI BERTINDAK. Ya, ia pasti bertindak dalam apapun pergumulan yang kita sedang hadapi. Ada saatnya akan seperti Elia dimana dalam sekejap mata, “awan setelapak tangan” menjadi” awan badai”. Tapi, apapun tindakan yang Tuhan ambil pasti sesuai dengan rancangan sempurnaNya. Dia pasti tidak akan mengikuti maunya kita karena kita cuma tau sedikit yang baik tetapi Ia tau yang terbaik!








Comments
Post a Comment