WARTA MINGGU, 1 AGUSTUS 2021
Jiwaku
selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. 21 Tetapi hal-hal
inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap 22 Tak berkesudahan
kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu Ratapan 3:20-23
Bila saudara mengikuti doa bersama rabu malam kemarin, firman Tuhan menantang kita untuk meneladani Yeremia dalam mengalami hal-hal yang menyedihkan. Demi hatinya tidak dikuasai dengan hal menyedihkan itu, Yeremia memilih untuk menaruh pengharapan dengan memperhatikan Kesetiaan Tuhan.
Kesetiaan yang tak
berkesudahan (selalu ada/ kekal), dan yang tidak kalah penting kesetiaan Tuhan itu
besar (cukup untuk apapun situasi).
Memberi perhatian hanya kepada kesetiaan Tuhan, ketika kenyataan yang ada seharusnya membuat kita meragukan, tidak terjadi begitu saja. Yeremia bisa melakukan itu karena ia telah bertumbuh dalam iman.
Bila kita mau berfokus kepada kesetiaan Tuhan, kita harus bertumbuh memiliki kepercayaan
penuh kepada kesetiaanNya. Sebelum kita mengerti bagaimana kita bertumbuh
menjadi percaya penuh, kita perlu mengerti betapa kita memerlukan kesetiaan
Tuhan.
Pertama, kita memerlukan kesetiaan
Tuhan karena kita membutuhkan pengampunan dosa. Firman mengatakan karena
kesetiaan dan keadilan Tuhan maka kita bisa beroleh pengampunan dosa. (Jika
kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1 Yohanes 1:9) Sebagai manusia kita masih
memiliki kekurangan dan kelemahan, kita terus membutuhkan pengampunan buat dosa
bukan cuma di masa lalu tetapi juga di masa mendatang. Karena Allah setia, maka
pengampunan tersedia demi menolong kita mengalami kelepasan dari dosa kapanpun
kita membutuhkan.
Selanjutnya, karena kesetiaan
Tuhanlah kita beroleh Pertolongan dalam kesesakan. (Terpujilah TUHAN,
sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu
kesesakan! ~ Mazmur 31:21). Hanya Tuhanlah yang pasti bisa menolong kita
dalam apapun kesesakan yang kita alami. Walaupun ada 2 cara Tuhan menolong. Ada saatnya Tuhan melindungi dalam
kesesakan, dimana Ia menjadi perisai dan pagar yang mencegah kesesakan itu
berhasil mengenai kita langsung (Mazmur
91:4). Namun, ada saatnya kita mengalami kesesakan itu, tetapi Tuhan memampukan
kita berjuang melewati kesesakan (1 Korintus 10:13)
Alasan terakhir kita memerlukan kasih setia
Tuhan, karena hanya karena kasih setiaNya,kita bisa datang mendekat kepada
Tuhan (Mazmur 5:8 …berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan
masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan
takut akan Engkau.)
Sekarang mari kita mengerti Bagaimana bertumbuh dalam “percaya penuh pada kesetiaan Tuhan”?
Pertama, bangun hubungan dengan Tuhan (Allah,
yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan
kita, adalah setia” ,1 Korintus 1:9).
Hubungan yang semakin dekat dengan Tuhanlah yang membuat kita semakin percaya
kepada kesetiaanNya.
Kedua, kita harus berpegang kepada janji-janjiNya. (Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. ~ Ibrani 10:23). Semua janji yang Tuhan berikan pasti digenapi dan semata-mata untuk kebaikan kita.
Terakhir, bersama komunitas kita saling melengkapi bertumbuh menjadi percaya penuh. (Efesus 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota - menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih) sebagai orang percaya kita digambarkan seperti anggota tubuh yang tidak bisa bertumbuh sendiri tetapi membutuhkan anggota lainnya untuk bertumbuh sempurna.








Comments
Post a Comment