WARTA MINGGU, 6 JUNI 2021
Di dalam hidup banyak pilihan-pilihan yang membuat kita bingung. Pekerjaan, jodoh, bisnis, sekolah, kuliah dan banyak lagi. Kita tidak tahu mana opsi yang terbaik. Seringkali ketidakpastian ini membuat kita takut, khawatir, bahkan stress. Di dalam “turning points” atau titik persimpangan jalan itulah Tuhan ada untuk kita.
Kolose 1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Iman dari Tuhanlah yang membuat kita bisa tetap TEGUH dan TIDAK BERGONCANG dalam membuat pilihan hidup. Dan selama ada Tuhan, tidak ada masalah yang terlalu besar dan tidak ada pilihan hidup yang terlalu sulit, karena Dia bersama kita. Tetapi, apakah IMAN?
Apakah IMAN?
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman adalah DASAR/FONDASI kehidupan kita,
dan ini sesuatu yang TIMBUL dari hubungan kita dengan Tuhan.
Rom 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Jadi IMAN bukanlah Emosi atau perasaan sesaat, dimana kita jadi yakin atau percaya karena ada kejadian yang mendukung, seperti kita percaya teman kita, karena dia pernah menolong kita saat susah, atau ketika kita percaya dengan karyawan kita yang jujur padahal dia punya kesempatan mencuri barang atau uang di perusahaan kita. Itu percaya karena suatu kejadian. Percaya yang ini bisa hilang karena ada kejadian lainnya. Dan kejadian ini ada batasnya, karena ada hal yang tetap tidak bisa kita percayakan pada teman atau karyawan ini.
Iman sama Tuhan adalah kepercayaan absolut atau kepercayaan TOTAL. Iman ini TIMBUL karena kita mendengar Firman Kristus, yaitu kita mengenal Pribadi Tuhan sendiri lewat Firman-Nya yang tertulis, dibukakan kepada kita sebagai rhema.
Iman inilah yang disebut FONDASI. Kita bisa “beriman” karena kita dimampukan PERCAYA kepada PRIBADI yang PASTI, Allah yang tidak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Dialah Yesus yang sudah mati dan bangkit, memimpin kita dalam iman.
Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Bagaimanakah iman bisa menuntun kita bernavigasi dengan tepat dalam pilihan-pilihan hidup kita?
1. Dengan iman, tidak
apa-apa salah, asal bersama Tuhan
Seringkali kita TAKUT dalam mengambil keputusan, karena kita ragu, apakah ini keinginan Tuhan. Karena itu, ambillah keputusan bersama Tuhan, yaitu melakukan segala hal seperti untuk Tuhan:
Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Saat kita melakukan yang terbaik untuk Tuhan, artinya kita memikirkan apa kehendak-Nya, apa keinginan-Nya dan rencanaNya. Kita bukan fokus pada diri sendiri, apa yang baik untuk saya dan keinginan saya, tapi dalam keputusan penting hidup, kita tanya Tuhan, “apa yang terbaik menurutMu?” Saat kita berdoa demikian, itu berarti kita beriman bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik juga bagi kita anak-anakNya.
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Untuk itulah kita bisa beriman, APAPUN
pilihan kita, apakah akhirnya kita salah atau benar, selama dilakukan untuk
Tuhan, kita akan tetap alami kebaikan Tuhan di balik semuanya. Jangan takut
dalam mengambil keputusan, selama bersama Tuhan.
2. Dengan iman, ambillah langkah besar yang tidak masuk akal
Ibrani 11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
Dengan iman, Abraham taat mengambil keputusan yang secara manusia tidak masuk akal. Ia meninggalkan tempat asalnya, di saat ia sudah tua dan secara ekonomi sudah stabil, ia pindah-pindah, karena beriman kepada pimpinan Tuhan.
Apakah pimpinan Tuhan untukmu yang terkesan tidak masuk akal hari-hari ini?
Iman kepada Tuhan memberanikan Abraham untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil pilihan yang seolah tidak masuk akal. Apabila ada pilihan yang tidak masuk akal di depan kita, mari kita tanya, apakah ini kehendak Tuhan? Jika ya, melangkahlah pasti, karena Tuhan beserta kita.
3. Dengan iman, alami mukjizat yang tidak terbatas
Ibrani 11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
Iman menuntun Abraham dan Sara alami
mukjizat yang tidak terduga dalam situasi yang mustahil.
Apakah situasi kita mustahil? Apakah kita terlalu tua untuk menikah atau memulai usaha baru? Apakah kita terlambat untuk mulai membangun hubungan dengan anak atau orang tua kita?
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Kesembuhan masih ada, pimpinan Tuhan masih ada, terobosan Tuhan masih ada untuk kita yang beriman kepada-Nya. Kalau bagi manusia sudah tidak mungkin, jangan takut, masih ada Tuhan yang mampu melakukan yang tidak mungkin.
Konklusi
Kita semua akan mengalami “turning points” / pilihan-pilihan
hidup selama kita masih hidup di dunia ini. Perlu IMAN untuk kita mengambil
keputusan, dan dengan iman:
1.
Tidak perlu takut salah
asal bersama Tuhan
2.
Ambillah langkah besar
yang tidak masuk akal
3.
Alami mukjizat yang tidak
terbatas









Comments
Post a Comment