WARTA MINGGU, 20 JUNI 2021
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah
mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. II Timotius 4:7
Kolose 2:7
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu
bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu...
Ada
beberapa kebenaran dasar tentang iman yang kita perlu terus diingatkan. Iman
itu penting dalam kehidupan. Tanpa iman tidak ada kehidupan yang sesungguhnya
seperti yang Tuhan rancangkan. Selanjutnya, iman itu bukan berasal dari kita tetapi
dari Tuhan. Karena Tuhan ada, maka iman ada. Satu kebenaran dasar lagi, sekalipun
iman dari Tuhan diperlukan tindakan yang menjadi bagian kita dalam MEMELIHARA
dan MENEKUNI IMAN sehingga iman tidak menjadi mati. Apakah yang menjadi bagian
tindakan kita?
Memastikan
Yesus yang memimpin dalam iman karena Ia yang akan memampukan kita memelihara
iman. Firman jelas mengatakan, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang
tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa
iman kita itu kepada kesempurnaan” (Ibrani
12:2) Seringkali, entah secara
sengaja atau tidak, Yesus bukanlah yang memimpin iman kita, tetapi apa kata
orang lain.
Tentunya,
Tuhan juga memakai orang lain untuk mengajarkan kita tentang iman. Tetapi, apa
yang kita dengar dari orang lain bisa saja hanya sebuah pengalaman iman yang
Tuhan khususkan untuk dia bukan untuk
kita. Sebagai contoh, ketika seseorang mendapatkan petunjuk dari Tuhan lewat
mimpi dan penglihatan, ada orang yang ikut-ikutan “memaksa” untuk memberikan
petunjuk juga seperti itu. Akhirnya, Tuhan memberikan petunjuk justru ketika ia
sedang membaca firman secara pribadi. Ia mendapatkan sebuah ayat yang sangat
pas untuk petunjuk bagi pergumulannya. Selain itu, dalam menumbuhkan iman,
apapun pengalamannya dalam iman tidak dapat menggantikan bagian tanggung jawabnya
untuk merenungkan firman secara pribadi.
Dalam memelihara
dan menekuni iman, kita juga harus sertai dengan tindakan. Apakah tindakan-tindakan
dalam menekuni iman? Tindakan pertama, MENGASIHI SESAMA sebagaimana
firman mengajarkan, “…imanmu makin bertambah dan kasihmu
seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu”( II Tesalonika 1:3). Karena
iman kita, orang lain boleh menerima kesembuhan yang Tuhan sediakan seperti
orang lumpuh yang sembuh karena iman teman-temannya. (Markus 2:5- Ketika
Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai
anak-Ku, dosamu sudah diampuni!")
Tindakan
selanjutnya adalah MENANG ATAS GODAAN. Godaan pasti ada tapi latihlah dengan
iman untuk berkemenangan. Sebagai contoh, Tuhan mengingatkan godaan cinta akan
uang seperti yang dikatakan I Timotius
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh
memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya
dengan berbagai-bagai duka. Ketika godaan datang, kita mau melatih
bertumbuh dalam iman melalui firman tentang keuangan dan berkemenangan atasnya.
Tindakan
terakhir adalah MELATIH KETABAHAN DALAM KEADAAN SULIT. Selama di dunia, kita
tidak bisa terhindar dari aniaya dan penindasan. Namun, dalam situasi sulit
ini, kita bisa melatih ketabahan karena terus membangun iman, bukan menjadi semakin
tertekan dan tidak berbuat apa2. II Tesalonika 1:4 …dalam jemaat-jemaat
Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam
segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:
Tuhan mau kita teguh dalam iman,
dan ada bagian kita yaitu memelihara dan menekuni!








Comments
Post a Comment