WARTA MINGGU, 13 JUNI 2021
( Luk. 18:8b )“..….Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi ?”
Saat baca ayat ini saya merasakan sebuah krisis akhir zaman bagi anak Tuhan yang kurang disadari, yaitu lunturnya iman. Salah satu sebab lunturnya iman karena apa yang kita imani tidak terjadi, atau tidak seperti apa yang diharapkan. Hampir setiap kita pernah mengalami hal yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, bahkan semakin besar problemnya, semakin besar juga goncangan terhadap iman. Ketika kita merasakan semakin melemahnya iman kita, ataupun mengalami hidup yang tergoncang, saat itu, kita perlu pulihkan iman kita.
Ada tiga hal penting yang perlu segera kita pulihkan :
1.
Pulih
dari DASAR yang salah.
Salah satu unsur iman adalah dasar keyakinan kita ( Ib.11:1a). Jangan mendasari keyakinan kita dengan hal2 yang tidak mutlak benar, hal ini sama dengan orang yang membangun rumah di atas pasir. Beberapa contoh dari dasar yang salah :
Ø Otong terus memperbesar usahanya tanpa mau mendalami seluk beluk usahanya, dia yakin dengan pengalamannya yang terus berdoa , dia selalu ditolong Tuhan. Ternyata tahun ini dia rugi. (pengalaman dia bukan kebenaran mutlak, bisa saja awalnya memang ada kemurahan Tuhan, tetapi Tuhan juga mau dia berjuang untuk naik level).
Ø Dalam Mat.19:20-22 , anak muda itu sudah melakukan semua kebenaran yang Yesus katakan, namun dia tidak dapat penuhi syarat terakhir yang memang berat, mengapa Yesus kasih dia syarat itu ? Karena Yesus tahu kalau niatnya salah. Anak muda itu hanya ingin dipuji. Hati2 dengan kebenaran semu yang kita lakukan.
Ø Mat.6:26, kita diajak melihat kepada burung yang tidak bekerja namun diberi makan oleh Bapa disurga, dan diberitahukan kalau kita akan diperlakukan lebih dari burung. Tentu kita tidak bisa pakai ayat ini sebagai dasar untuk tidak giat bekerja, karena ayat ini ajarkan kita untuk tidak khawatir, bukan kebenaran untuk tidak perlu giat bekerja, jadi jangan pakai kebenaran tetangga.
2. Pulih dari KEYAKINAN yang salah.
Iman bisa diartikan sebagai keyakinan yang memiliki dasar. Dasar yang benar dengan keyakinan yang bermasalah, tetap bukanlah iman yang benar. Mungkin kita terjebak juga dalam beberapa kesalahan ini :
Ø Mat.17:14-20, Kisah ini menceritakan seorang yang datang kepada Yesus karena anaknya sakit ayan, dia sebutkan betapa berat penyakit itu, bahkan murid Yesus juga tidak bisa sembuhkan. Yang menarik, Yesus jawab :”Hai kamu angkatan yang tidak percaya…..”, jelas sekali kalau orang ini merasa betapa besarnya kesulitan itu, sehingga Yesus perlu hati2 atau perlu berjuang keras untuk menyembuhkannya. Jadi saat dia datang kepada Yesus , dia sudah kurang percaya. Bahkan murid Yesus juga jadi ragu2 karena kegagalan mereka.
Ø Mat.26:34, Yesus sudah kasih tahu kalau Petrus akan menyangkal Yesus, dan terbukti kalau keyakinan Petrus ternyata mudah goyah.
Ø Mat.6:33, Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dn kebenarannya ….., kalau kita pakai ini sebagai dasar iman untuk sering2 meninggalkan pekerjaan kantor untuk ikut seminar atau acara rohani, maka bersiaplah kita untuk kenak PHK, karena keyakinan kita ini tidak match dengan dasar nya.
3.
Perbaiki
TINDAKAN yang salah.
Perbuatan menjadikan iman kita hidup, Mat.8:21-22 seorang murid Yesus minta izin untuk menguburkan ayahnya sebelum pergi mengikut Yesus, tetapi Yesus berkata : “Ikutlah Aku dan biarlah orang2 mati menguburkan orang2 mati mereka.” Yesus sedang ajarkan untuk tidak menunda perbuatan iman kita.
Ø
Mat.17:21,
Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa, saat itu
murid Yesus tidak berhasil mengusir setan, bukan berarti mereka sudah gagal,
tetapi mereka masih perlu berjuang maximal dengan berdoa dan berpuasa.
Ø Kej.6:2, Sarai memberikan wanita lain kepada suaminya agar dapat anak, dan Abraham setuju, mereka tidak sabar menantikan janji Tuhan, lalu melakukan tindakan paralel, yang akhirnya menimbulkan masalah besar bagi dunia.
Beberapa contoh penyimpangan iman , terjadi karena kita cenderung kurang taat dan menggunakan pengertian sendiri yang berfokus pada kepentingan diri. Sudah saatnya juga bagi kita untuk kembali berfokus pada Allah, lakukan sesuai firman dan selalu mencari perkenanan Allah.










Comments
Post a Comment