WARTA MINGGU, 30 MEI 2021
Judul renungan hari ini adalah bunyi dari ayat terpendek yang ada di Perjanjian Baru dalam Alkitab bahasa Indonesia. Ayat ini hanya terdiri dari 2 kata dengan total 14 huruf, tetapi ayat ini memberikan perintah yang sangat penting. Ayat ini mengingatkan orang percaya akan sesuatu yang penting dan tidak bisa diabaikan yaitu doa.
Doa itu adalah suatu hal yang harus ada dalam
kehidupan kita, seperti ada hal-hal tertentu yang harus ada untuk kehidupan
bisa berjalan. Contohnya adalah udara segar, manusia membutuhkan udara ini
untuk nafas kehidupannya. Demikianlah doa.
Perintah ini kedengaran sederhana dengan jumlah kata dan huruf yang terbatas, tetapi pada kenyataannya perintah ini tidaklah mudah dilakukan. Begitu banyak orang Kristen yang mengabaikan doa dalam kehidupan mereka.
Menyadari pentingnya doa
mari kita melatih diri kita untuk bisa tetap berdoa sehingga menjadikan doa
bagian yang kita lakukan dengan baik secara teratur. Apa yang kita bisa
lakukan?
Pertama, LAKUKAN SECARA TERATUR.
Ya, lakukanlah doa dan disertai dengan disiplin setiap hari. Memulai hari yang baru dengan doa, menutup hari sebelum kita tidur malam dengan doa. Menikmati berkat makanan dengan doa, membuka percakapan yang penting atau sebuah acara dengan doa dan tentunya membawa pergumulan-pergumulan kita dalam doa.
Ini semua membuat kita terus tetap berdoa. Tentunya dalam
melakukan doa-doa, kita tidak selalu harus dalam posisi atau tempat tertentu. Ada
saatnya, dalam sehari kita membutuhkan menyisihkan waktu tertentu dan berada di
tempat tertentu agar bisa berkonsentrasi berdoa, tetapi kita bisa berdoa
sementara berjalan atau berada dalam kendaraan, dan sebagainya.
Kedua, LAKUKANLAH BERSAMA.
Ada saatnya kita perlu berdoa bersama. Dalam doa bersama
kita jadi dipacu/ didorong untuk tetap melakukan doa secara teratur. Makanya.kita
perlu untuk bisa berdoa bersama dengan keluarga kita. Selain itu, kita bisa bergabung
dalam kegiatan persekutuan doa bersama di gereja kita. Atau, bila memungkinkan,
ketika kita berada di tempat kerja dan
tempat lain dimana kita sering berada dan melakukan kegiatan rutin
bersama dengan orang lain, kita bisa memulai kegiatan dengan doa bersama.
Ketiga, LAKUKAN DENGAN BANTUAN ROH KUDUS.
Firman mengatakan,” Demikian juga Roh
membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya
harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan
keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Roma 8:26). Kita tidak ahli dalam doa,
itulah sebabnya Roh Kudus diutus dalam kehidupaan kita dimana salah satu
tugasnya adalah menolong kita dalam berdoa.
Mari terus membangun persekutuan dan
semakin menjadi dekat dengan Tuhan melalui doa-doa kita!


















Comments
Post a Comment