WARTA MINGGU, 23 MEI 2021

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”  Matius 5: 37

   Apakah Saudara pernah mendengar istilah “Kamera jahat”?. Sebuah istilah yang digunakan ketika seseorang melihat fotonya sendiri atau orang lain yang sangat berbeda dengan aslinya. Aplikasi kamera tersebut bisa merubah wajah seseorang di foto menjadi sangat cantik dan mulus sekali. 

  Atau apakah Saudara pernah tertipu dengan barang yang saudara beli melalui online, karena tidak sesuai dengan gambar yang dilihat? Mengapa orang mampu menyulap apa yang buruk untuk menjadi sesuatu yang kelihatan baik? Mengapa orang, demi keuntungan dan kenikmatan diri sendiri, sanggup untuk memutar-balikkan fakta? 

  Mengapa banyak orang yang menghalalkan segala cara, asal  tujuannya tercapai? Mengapa banyak pejabat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat, malah tertangkap karena korupsi? Mereka yang tidak punya etika yang baik sudah tentu dapat dikatakan sebagai oknum yang tidak berintegritas. Mereka belum tentu bukan orang Kristen, karena justru banyak orang Kristen yang mempunyai hidup dalam dualisme: hidup dalam gereja yang berbeda dengan hidup di luar gereja.

 Kamus menjelaskan integritas sebagai “keadaan menjadi lengkap, merupakan kesatuan”. Kalau saya memiliki integritas, kata-kata dan perbuatan saya sesuai. Saya adalah diri saya, tidak peduli di mana diri saya atau bersama siapa. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Tetapi, dalam hal kejujuran dan etika setiap orang seringkali berbeda, karena latar belakang, budaya, sifat, kebiasaan dan lingkungan bisa membuat orang mempunyai standar yang berbeda-beda.

 Firman di atas menyatakan bahwa sebagai orang percaya kita harus berani mengatakan “ya” kepada hal-hal yang benar, dan berani untuk berkata “tidak” untuk hal-hal yang tidak benar. Upaya untuk menutup-nutupi kenyataan dengan tipu-daya atau kamuflase, seharusnya tidak ada dalam kamus kehidupan orang Kristen karena semua itu adalah ketidak-jujuran. 

  Dalam kehidupan sehari-hari, tidaklah mudah bagi kita untuk selalu berlaku jujur. Seringkali, karena kekuatiran, ketakutan atau karena adanya resiko, orang Kristen tidak dapat mempertahankan integritasnya. Ini bukan saja mengenai soal bisnis, pekerjaan, dan sekolah, tetapi kehidupan keluarga pun sering digoncangkan karena adanya orang-orang yang tidak menjaga integritasnya. Sebagai akibatnya, seringkali ada rasa kurang percaya, rasa marah dan kecewa kepada orang lain yang timbul setelah sebuah tipu daya terbongkar. 

  Jika kita memang benar-benar murid Kristus, kita akan sungguh-sungguh yakin bahwa apa yang kita perbuat, katakan dan pikirkan pasti diketahui Tuhan. Dengan demikian, tidak ada gunanya bagi kita untuk berusaha melakukan  tindakan yang diharapkan untuk lebih meyakinkan orang lain atas integritas kita. Sebaliknya, kita harus menjaga integritas kita dengan selalu sadar bahwa apa yang kita tunjukkan dan sampaikan kepada orang lain adalah apa yang sudah diketahui oleh Tuhan kita. Integritas adalah ciri iman Kristen yang benar. Mari hidup dalam integritas. 

 


















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025