WARTA MINGGU, 25 APRIL 2021

 

Daniel 6:3 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya  6:4 Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya

Pada masa pembuangan ke Babel, Daniel adalah sala satu dari dari orang-orang Yahudi yang dibawa ke Babel dalam masa pembuangan atau perbudakan. Dalam kitab Daniel ini kita dapat membaca atau mendapati sosok Daniel yang setia kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kesetiaan Daniel kepada Tuhan membuatnya menjadi orang yang diberkati oleh Tuhan, dan Tuhan memakainya menjadi seorang yang menyatakan kebesaran nama Tuhan di antara bangsa yang tidak percaya kepada Tuhan. 

Tuhan selalu menyertai Daniel di setiap pergumulan hidup bahkan dimasa sulit yang dihadapinya, bahkan melalui pergumulan yang di lalui Daniel itu, Tuhan menyatakan kemahakuasaanNya ditengah-tengah bangsa yang tidak percaya kepada Tuhan. Dari beberapa krisis yang dihadapi oleh Daniel salah satunya adalah tentang pekerjaan.

Daniel yang diangkat menjadi salah satu pejabat tinggi dalam kerajaan bangsa yang tidak percaya membuat orang disekitarnya cemburu karena Daniel dipromosikan menempati posisi yang lebih tinggi/ menjadi salah satu orang kepercayaan raja. Tentu hal ini membuat pejabat di negeri itu cemburu, bagaimana mungkin orang Yahudi, bangsa yang mereka perbudak dinegeri mereka mendapat posisi jabatan yang tinggi dan memerintah di negeri mereka.

Pejabat-pejabat yang cemburu ini berusaha mencari kesalahan Daniel, namun mereka tidak dapat menemukan celah untuk menjatuhkan Daniel jika dari segi pekerjaan. Maka mereka mencari cara lain, yaitu soal keyakinan/kepercayaan Daniel, dengan membuat suatu undang-undang bahwa setiap orang di negeri itu tidak boleh menyembah dewa apapun atau manusia kecuali kepada raja. Daniel 6:7 Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati  telah mufakat supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.

Hal ini tidak membuat Daniel menjadi menjadi takut kehilangan jabatannya. Dia seperti biasanya tetap setia untuk berdoa memuji dan menyembah Tuhan. Meskipun harus menghadapi hukuman yang berat, bahkan nyawanya sebagai taruhan Daniel tetap setia dan mempertahankan keyakinanya akan Tuhan, dia yakin akan pembelaan serta pertolongan-Nya.

Dari kisah Daniel ini kita belajar bahwa kesetiaan Tuhan akan selalu ada buat anak-anaknya yang tetap setia berpegang pada janji-Nya. Kita hidup, bekerja, melayani dikota/lingkungan yang dikelilingi orang yang tidak setia,tidak seiman bahkan tidak takut akan akan Tuhan, namun hal itu bukan berarti kita menjadi takut untuk menyatakan iman kita sebagai pengikut Yesus, mari kita belajar meneladani sikap hidup dari seorang Daniel dalam kesetiaan akan Tuhan, dan terus berpegang pada keyakinan akan pertolongan Tuhan. Jika kita setia kepada Tuhan, tantangan atau pergumulan apapun yang kita hadapi bisa dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan dan menguji kesetiaan kita. Seperti dalam 2 Timotius 2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia , karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.
























Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025