WARTA MINGGU, 18 APRIL 2021
Kita
baru saja memperingati pengorbanan dan kebangkitan Yesus. Apa yang Ia kerjakan itu sungguh luarbiasa
dimana dampaknya seperti kata firman ini- mazmur 126:1-2 Nyanyian ziarah.
Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. 2 Pada
waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan
lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah
orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah
melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
kita
akan mengalami seperti orang yang bermimpi, dipenuhi dengan tawa, mendengar
pengakuan dari berbagai orang tentang kebesaran Allah kita. Bermimpi disini
bicara tentang mengalami apa yang sama sekali tidak terpikirkan. Dan memang
yang Tuhan kerjakan sungguh tidak dapat dimengerti dengan pikiran kita. Selanjutnya,
kita mengalami penuh dengan ketawa. Pengertiannya
adalah tidak ada lagi yang bisa keluar dari mulut kita kecuali tawa sukacita
karena terkagum dengan yang Tuhan kerjakan. Dan, hal terakhir, yang tidak kalah
pentingnya, adalah pengakuan orang-orang yang menyaksikan pemulihan kita.
Mereka mengakui hanya Tuhan semata-mata yang bisa melakukan perkara besar seperti
ini.
Pemulihan
yang menyebabkan transformasi Tuhan pasti terjadi bila kita meresponi yang Tuhan kerjakan
dengan tindakan kita. Apakah tindakan yang menjadi respon kita? perintahNya
sangat jelas untuk tindakan yang kita harus berikan sebagai respon- Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia
harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Pertama
mari kita mengerti pentingnya perintah ini dengan memperhatikan kapan saja
dilakukannya yaitu SETIAP HARI. Tindakan-tindakan
ini harus menjadi keseharian hidup kita, seperti contohnya- mandi untuk
membersihkan tubuh setiap hari. Setiap hari kita perlu bertindak terus mengarah
kepada pemulihan dalam Tuhan mengalami penggenapan seutuhnya. Apa tindakan yang
kita perlu lakukan setiap hari? MENYANGKAL DIRINYA, MEMIKUL SALIBNYA setiap
hari.
Menyangkal
diri kedengarannya tidak menyenangkan dan benar. Namun, ini tidak menyenangkan
bukan buat kita tapi kebiasaan dulu yang memang kita rindu berubah. Menyangkal
diri pengertian utamanya adalah- TIDAK MENGIKUTI MAUNYA EGO SAYA tapi MAUNYA
TUHAN. Ingat Tuhan sudah memperingatkan bahwa pencobaan utamanya karena mengikuti
keinginannya sendiri (yakobus 1:14) Tetapi, ketika kita membuat
keputusan mengikuti maunya Tuhan, transformasi kita semakin sempurna seperti
yang sudah dipersiapakan Tuhan.
Memikul
salib tentunya tidak pernah berarti di salib seperti Yesus. Ini bicara kepada nilai-nilai
pengorbanan. Sebagaimana Tuhan berkorban untuk membuat kita bebas dari dosa.
Kita harus berkorban meninggalkan kebiasaan dosa dan masuk ke dalam penggenapan
karya salib nya. Tindakan ini dijelaskan sangat gamblang di Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu
telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan
itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang
akan yang lain oleh kasih.
Jadi,
kita berkorban dengan melayani orang lain. Mulailah menjadi saksi dalam
perkataan dan perbuatan kita dimana kita sering berada sehingga boleh menjadi
sarana Tuhan memperlengkapi orang itu mengenal Kristus. Jangan berhenti sampai
orang ini percaya, kita juga terus
menjadi alat-Nya Tuhan memperlengkapi
orang tersebut dan juga orang lain untuk juga bertumbuh semakin serupa Kristus.
Maka, kita pasti juga akan bertumbuh semakin serupa Kristus. Lakukanlah
“saling” dengan keluarga Rohani kita dulu yaitu gereja lokal kita.
Mari , terus lakukan tindakan
yang membuat kita mengalami kegenapan transformasi yang Tuhan sediakan- MENGUTAMAKAN
TUHAN, dan BERKORBAN MELAYANI ORANG LAIN BERTUMBUH SERUPA KRISTUS DALAM
KESEHARIAN HIDUP












Comments
Post a Comment