WARTA MINGGU, 11 APRIL 2021
Ajarkanlah
kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, kebab aku percaya kepada
perintah-perintah-Mu. Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang
aku berpegang pada janji-Mu. ( Maz.119 : 66-67
Alkitab
mencatat kehidupan Daud yang berliku-liku, di keluarga , ia adalah seorang anak
yang tidak diperhitungkan, bahkan pekerjaannya berat dan bahaya, sebagai
prajurit yang berjasa besar terhadap bangsanya, ia dikejar-kejar oleh raja Saul
untuk dibunuh, setelah jadi raja, ia masih juga dikejar-kejar oleh anaknya
untuk dibunuh. Boleh disimpulkan bahwa hidup Daud itu --- BERAT.
Tetapi
anehnya tokoh Alkitab yang paling banyak dipakai untuk menjadi nama seseorang
adalah Daud atau David. Rupanya ada sisi lain dari Daud yang memikat hati kita.
Daud
disertai Tuhan saat menghadapi singa ketika dia jadi gembala domba, dengan
imannya kepada Tuhan dia juga mengalahkan Goliat yang tubuhnya jauh lebih
besar, Daud menjadi raja yang paling disayang oleh Tuhan, dia berani mengakui dosanya dan cepat
bertobat. Daud setia dan bergaul erat dengan Tuhan sepanjang hidupnya. Boleh
disimpulkan juga bahwa hidup Daud itu --- HEBAT.
Kita
mau memiliki hidup yang HEBAT, tetapi menghindari hidup yang BERAT. Kita mau
menjadi Daud yang mengalahkan Goliat, tetapi tidak mau menjadi Daud yang
dikejar-kejar Saul. Sepertinya ini adalah sikap yang wajar, karena inilah sikap
umum sebagian besar manusia. Namun pendapat umum bukanlah dasar sebuah
kebenaran .
Daud
menjadi raja yang baik dengan belajar dari kesalahan Saul yang ingin membunuh
dia , belajar menjadi orang yang berharap pada pertolongan Tuhan karena ketidak
berdayaannya saat menghadapi musuh yang berat . Dalam banyak hal Daud lemah
tidak berdaya , justru saat seperti itu Daud mengalami pertolongan Tuhan .
Kita
adalah orang berdosa yang sudah disucikan Tuhan Yesus, kebutuhan kita sekarang
bukanlah penyucian lagi tetapi pertumbuhan didalam kebenaran. Jangan lagi
minta Tuhan singkirkan beban kita, Tuhan Yesus bilang "kuk yang Kupasang
itu enak dan beban Ku pun ringan ." Saat tertindas , kita belajar ,
belajar mengambil sikap lebih benar , belajar bertindak lebih bijak, belajar
ketetapan-ketetapan Tuhan, dan belajar lebih percaya lagi kepada janji Tuhan.
Tertindas
bisa menjadi hal yang menakutkan dan buruk bagi orang yang tidak disertai Tuhan
, tetapi tidak menakutkan bagi kita yang berharap kepada Tuhan , melalui
tekanan kita melihat penyertaan Tuhan , kasih dan kuasa Tuhan semakin nyata
bagi kita , hidup kita tidak lagi menyimpang seperti kata Daud, tetapi
memiliki iman yang semakin kuat sehingga kita berani berpegang kepada janji -
Nya .










Comments
Post a Comment