WARTA MINGGU, 7 MARET 2021


Di Bulan MARET ini, kita mau sama-sama belajar tentang MAU diproses untuk menjadi MURID.  Menjadi MURID bukan cuma sekedar STATUS / PROGRAM, tapi ada TRANSFORMASI HIDUP menjadi semakin serupa KRISTUS, dimana artinya KEPUTUSAN kita, LANGKAH hidup kita, DAMPAK hidup kita SELARAS dengan KRISTUS. 

ROM 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

Yang TERBAIK yang bisa kita berikan sebagai MURID KRISTUS pada ALLAH adalah KEHIDUPAN KITA, bukan kehadiran di Gereja, persembahan, pelayanan atau perkataan kita. 

Mempersembahkan kehidupan itu perlu KEMAUAN, karena kita bisa memutuskan untuk tidak MAU. Paulus “menasihatkan (kita) supaya (kita) mempersembahkan tubuh (kita)”. Ia tidak memaksa karena hidup ini adalah SEBUAH PILIHAN. 

Kita bisa jadi ORANG Kristen NYAMAN, percaya Tuhan, tanpa menjalankan MISI TUHAN. Kita bisa tetap IBADAH, dan TUHAN tetap mengasihi kita sebagai ANAK-NYA, tanpa kita menjalankan MISI-NYA. Tetapi apabila kita MAU, maka kita akan DIPROSES. 

Hari ini, saya mau membagikan soal menyelaraskan KEMAUAN-KEMAUAN kita dengan Kristus. 

MENGARAHKAN KEMAUAN kita

Kemauan manusia itu sangat berdampak. Ketika seseorang MAU sesuatu, IA MELAKUKAN SEGALANYA untuk hal/orang teresebut.  Seseorang bisa antar jemput pasangan dari ujung ke ujung, maupun berkorban bagi menabung untuk anak/keluarganya. Seseorang bisa berjam-jam, bahkan berbulan-bulan belajar demi ujian yang penting untuk kuliah/masa depannya. 

Tetapi, kita juga tahu bahwa keinginan kita sangat banyak, dan kemauan kita bisa bentrok satu sama lainnya, sebagai contoh, kita ingin hidup sehat, tetapi ingin hidup senang, maka kita bingung apakah makan sehat (yang sering kurang enak) atau makan enak (yang seringkali kurang sehat). Kita juga bisa ingin banyak waktu dengan keluarga, sahabat, pasangan, tapi kita juga ingin maksimalkan bisnis/kerja dan itu perlu waktu kerja lembur. Keinginan-keinginan ini seringkali bentrok. Bahkan ada suatu riset dari Barry Schwartz

“As the number of options increases, the costs, in time and effort, of gathering the information needed to make a good choice also increase,” (semakin banyak pilihan, biaya, waktu dan usaha untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang baik juga meningkat)

Atau Versi sederhananya : semakin banyak PILIHAN, semakin sulit untuk membuat PILIHAN

Maka, bagaimanakah supaya kemauan kita bisa diarahkan supaya selaras sama Tuhan?

MILIKI FONDASI KEMAUAN yang BENAR

Matius 11:29 (TB)  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Mat 11:29 MSG Walk with me and work with me - watch how I do it. Learn the unforced rhythms of grace. I won't lay anything heavy or ill-fitting on you.

FONDASI semua KEMAUAN BENAR adalah MAU BERJALAN & BELAJAR kepada KRISTUS

Dengan kata lain, kita bisa menginginkan APA saja asal kita bisa mengatakan dalam SEMUANYA ITU, aku MAU BERJALAN & BELAJAR dengan Kristus.

Apapun KEINGINAN kita, pastikan FONDASINYA adalah BELAJAR & BEKERJA bersama KRISTUS

Dari FONDASI inilah kita membangun semua keinginan-keinginan kita, karena apa yang jadi keinginan Tuhan jadi keinginan kita. Bagaimanakah kita bisa cek apakah KEMAUAN kita benar? Kita bisa menanyakan, apakah kemauan kita:

1.    Selaras dengan Firman-Nya

2.    Membawa damai buat diri kita & orang terdekat kita

3.    Menjadi berkat bagi sesama, bukan cuma diri sendiri

4.    Memuliakan Tuhan

Apakah kemauan kita yang belum sesuai dengan hal-hal ini? Jika ada, mari kita minta Tuhan ubahkan dan arahkan.






































Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025