WARTA MINGGU, 28 MARET 2021
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Yakobus 1:2-3
Tuhan selalu punya rencana yang indah di balik proses pembentukan yang diijinkan terjadi dalam kehidupan anak-anakNya. Ketika kita mau taat mengikuti proses Tuhan ini dengan benar hasilnya pasti akan luar biasa.
Namun seringkali timbul pertanyaan dalam pikiran kita:
"Kapan ya pencobaan ini selesai? Kapan hidup saya dipulihkan?
Kapan saya mengalami mujizat dari Tuhan?" Kita harus percaya bahwa
berkat, pemulihan dan mujizat itu sesuatu yang pasti akan kita terima dari
Tuhan. Tetapi Alkitab mengatakan, "Berbahagialah orang
yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan
menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada baangsiapa yang
mengasihi Dia." (Yakobus 1:12).
Mengapa kita harus
mengalami proses dari Tuhan? Karena ini adalah bagian dari cara Tuhan
memurnikan kehidupan kita. Kualitas kita sebagai murid Kristus akan kelihatan
jelas saat kita mereponi setiap proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup
kita dengan benar. Ini bukan tentang menang atau kalah saat kita menghadapi
proses. Tetapi respon hati kita saat menerima proses.
Tenang saja jika di satu proses kita kalah. Tuhan selalu punya ruang bagi kesalahan kesalahan kita, penerimaan dan pengampunanNya selalu ada bagi kita. terpenting adalah, jangan menyerah, bangkitlah kembali dan datang kepadaNya. Melalui kekalahan itu kita belajar hal hal baru tentang mana yang Tuhan berkenan dan mana yang tidak. Sehingga diproses berikutnya atau yang lain kita bisa menang.
Tuhan memproses kita pasti ada maksud, yaitu supaya kehidupan kita semakin indah di hadapanNya. Ayub berkata, "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya." (Ayub 23:10-12).
Jika kita membaca Yakobus pasal 1, maka kita
dapat menemukan bahwa Tuhan menggunakan pencobaan menjadi sebuah proses. Dan
dari proses tersebut yang Tuhan ingin temukan adalah sikap hati atau respon
yang benar terhadap pencobaan. Bagaimana respon hati yang benar melewati proses
Tuhan :
1 .Hati yang besar dan melekat kepada Tuhan
Tidak mungkin kita bisa menganggap pencobaan
adalah kebahagiaan jika kita tidak memiliki hati yang besar. Hati yang besar
hanya akan terjadi jika kita melekat kepada Tuhan. Sehingga kita memiliki
hikmat dalam melihat penderitaan atau pencobaan dengan kacamata yang ilahi.
2 .Hati yang bersyukur
Perjalanan kehidupan kita bisa saja naik turun.
Segala sesuatu ada masanya. Namun dalam setiap masa yang Tuhan ijinkan marilah
kita senantiasa bersyukur.
3 .Hati yang teruji
Tanpa kita sadari seringkali kita menyalahkan
orang, situasi, bahkan Tuhan ketika pencobaan terjadi. Namun Alkitab ingin kita
menguji hati kita sendiri. Ada banyak hal yang mungkin tidak baik terjadi,
sebenarnya di sebabkan karena kesalahan kita sendiri. Tetapi jangan takut,
apapun penyebabnya Tuhan siap memulihkan kita.
4. Hati yang mengenal Firman
Melalui pencobaan Dia ingin kita mengenal FirmanNya. Kita bukan hanya pendengar tetapi pelaku Firman. Dan akhirnya kita mengalami kuasa Firman. Jangan mencari pertolongan di luar Tuhan, jangan mencari jalan keluar di luar FirmanNya. Sebab FirmanNya menyediakan bagi kita pertolongan supaya kita menang dalam proses yang kita hadapi.
Banyak tokoh dalam Alkitab yang harus melewati proses pembentukan dari Tuhan, dan ketika mereka setia dan taat ketika diproses hidup mereka menjadi sangat luar biasa. Yusuf: dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya lalu dijual sebagai budak di Mesir, difitnah dan dipenjarakan.
Namun ia tidak memberontak kepada Tuhan atau mengeluh, ia tetap percaya dan setia mengikuti alur Tuhan sehingga pada saat yang tepat kemuliaan Tuhan dinyatakan atas kehidupan Yusuf. Sadrakh, Mesakh dan Abednego: harus menghadapi perapian yang menyala-nyala, tapi sedikit pun tak menggoyahkan iman mereka. Jika mereka bisa melewati proses, kita pun pasti bisa jika bersama sama dengan Tuhan. Tuhan memberkati dan selamat menikmati proses Tuhan!











Comments
Post a Comment