WARTA MINGGU, 21 MARET 2021
Kej
1:26-28 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut
gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala
binatang melata yang merayap di bumi.":27 Maka Allah menciptakan manusia
itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah
berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah
bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.
Ayat-ayat firman diatas menceritakan
tentang bagaimana Tuhan menciptakan manusia sebagai bagian dari tindakan-Nya
dalam menciptakan bumi dengan segala isinya. Dalam ayat ini, kita bisa
menemukan bahwa manusia sangat berbeda dengan ciptaan lainnya. Tentunya, untuk
lebih jelas, kita perlu membaca ayat-ayat sebelumnya yang menceritakan semua
ciptaan lain sebelum manusia sebagai ciptaan terakhir yang diciptakan. Apa
bukti bahwa manusia adalah sebuah mahakarya ciptaan Tuhan Allah kita?
Kita melihat bahwa Allah menciptakan manusia dengan sebuah standar/ukuran khusus yang tidak dimiliki oleh ciptaan lain yaitu memiliki keserupaan dengan Dia sendiri.(ayat 26-27) Selanjutnya, yang tidak kalah penting, adalah apa yang Tuhan lakukan setelah Ia selesai menciptakan manusia.
Ia memberkati- memberikan
sesuatu yang hanya Allah sendiri bisa berikan. Ia juga berfirman- bertindak melepaskan
suatu kuasa yang menyebabkan yang tidak ada menjadi ada.(lihat dalam peristiwa
penciptaan semua muncul dengan Ia berfirman). Jadi, sangat jelas, manusia
adalah sebuah mahakarya ciptaan Allah karena manusia menerima keserupaan,
kemampuan dan mandat yang tidak diberikan kepada ciptaan lain.
Sayangnya, banyak manusia yang tidak yakin dirinya sebuah mahakarya Tuhan. Mereka merasakan dirinya bodoh, tidak berguna, jahat, tidak bisa berubah dari kebiasaan buruk, dan segala macam stigma negatif. Mengapa? Setelah jatuh dalam dosa, Tuhan perlu menyelamatkan dan memulihkan.
Menyelamatkan dari hukuman maut dan memulihkan atau
mengembalikan rancangan sempurnaNya yang menjadikan manusia sebagai
mahakarya-Nya. Dalam pemulihan kembali kepada kemahakaryaan Tuhan, ada yang namanya
proses yang disebut sebagai terus-menerus diperbaharui sebagai firman dibawah
ini-
“dan
telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh
pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;” (KOLOSE 3:10)
Terus menerus diperbaharui utamanya
terjadi dalam 3 hal ini yaitu Karakter,
Kompetensi, dan Kerinduan. Karakter kita harus diperbaharui untuk mengalami
perubahan semakin serupa Kristus sehingga kita dapat menjadi orang yang
dipercayakan Tuhan. Berkat melihat kemahakaryaan-Nya, Tuhan nyatakan ketika
kita sudah bisa dipercayakan.
Selanjutnya, yang tidak kalah penting adalah, kita harus semakin mengerti dan memaksimalkan potensi-potensi yang Tuhan berikan. Potensi itu adalah karunia-karunia rohani, bakat-bakat yang sudah Tuhan siapkan khusus buat kita sejak kita dilahirkan. Melalui karunia dan bakat ini kita menemukan keunikan Tuhan dalam hidup kita. Tetapi karunia dan bakat itu hanya berkembang dan berdampak Ketika kita mau diproses untuk bertumbuh dan memaksimalkan potensi itu.
Namun , yang tidak kalah penting,
adalah menemukan passion/ kerinduan kita. Menemukan kerinduan terhadap kelompok
usia manakah yang Tuhan mau kita berdampak dengan potensi kita. Itu bisa anak,
remaja, pemuda, Orang dewasa, keluarga dan sebagainya. Ketika ketiga hal ini-
karakter, kompetensi dan kerinduan diperbaharui dan menjadi maksimal kita bisa
melihat bagaimana luarbiasanya kemaha karyaan Tuhan di hidup kita.














Comments
Post a Comment