WARTA MINGGU, 7 FEBRUARI 2021

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya Maz. 73:28 

   Salah satu hal yang berhubungan dengan Tuhan dan pasti dirindukan oleh semua yang percaya kepadaNya adalah penyertaanNya. Dan, ini adalah hal yang Tuhan janjikan berulang kali di Firman. Ia berjanji mau menyertai kita bahkan dalam lembah kekelaman/ keadaan yang paling menakutkan sekalipun. 

   (Maz 23:4) Dalam menyertai, Ia juga menjadi penjaga yang tidak pernah terlelap buat kita. (Maz 121:3) Tuhan juga berjanji dalam penyertaanNya sekalipun ada belasan ribu rebah di sisi kiri dan kanan kita bersamaan, Ia dapat meluputkan kita ( Maz 91:7) . 

  Tiga hal ini saja tidak ada manusia yang sanggup melakukan, dan masih banyak yang Ia janjikan untuk penyertaanNya buat kita.

 Menyadari akan apa yang Tuhan sanggup perbuat, pemazmur Asaf mengatakan Ia suka dekat dengan Allah dan menjadikan Tuhan tempat perlindunganNya. Dengan kata lain, ia mempercayai sepenuhnya penyertaan Tuhan dalam kehidupannya. Bahkan Ia terus akan mengalami karya penyertaan Tuhan, itulah sebabnya ia menyatakan bahwa ia akan dapat  menceritakan segala perbuatan Tuhan.

   Berhubungan dengan penyertaan Tuhan, ada satu fakta yang tidak dapat disangkal. Karena penyertaan Tuhan sering tidak seperti kita harapkan dan bahkan tidak dapat dimengerti oleh keterbatasan pikiran kita, maka banyak orang Kristen mudah meragukan/ tidak mempercayai sepenuhnya penyertaan Tuhan. 

  Sebagai bukti, kita masih cukup sering mendengar bagaimana dengan mudahnya orang percaya mencari kuasa kegelapan untuk jalan keluar pergumulannya. Mengapa? Oleh karena  ada beberapa kebenaran dasar yang dimengerti mengenai penyertaan Tuhan.

  Pertama, mempercayai penyertaan Tuhan haruslah berasal iman yang teguh. 

  Banyak orang percaya, meminjam istilah seorang rekan, imannya adalah iman kerumunan. Ketika sedang beramai-ramai di dalam ibadah bersama sangat percaya kepada Tuhan. Namun, dalam keseharian mudah menjadi lemah karena tidak tekun merenungi firman secara pribadi setiap hari untuk bertumbuh teguh dalam iman.

   Kedua, mempercayai penyertaan Tuhan harus dimengerti dengan hikmat dari Tuhan. 

  Kita seringkali menginginkan penyertaan Tuhan seperti yang kita mau, sedangkan Tuhan hanya bekerja sesuai dengan rancanganNya yang sempurna. Firman mengingatkan berhubungan dengan mempercayai Tuhan- “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” (Amsal 3:5). Renungkanlah firman untuk membangun imanmu dan semakin mengerti cara Tuhan bekerja.

 Ketiga, mempercayai penyertaan Tuhan harus dalam segala aspek kehidupan bukan hanya hal-hal tertentu. 

  Masih ada orang Kristen yang secara tidak sengaja berpikir bahwa penyertaan Tuhan memang dibutuhkan dalam perjalanan-perjalanannya tetapi tidak dalam bisnisnya, pendidikannya dan lain sebagainya. Ketika Tuhan menjanjikan bahwa Ia akan bertindak dalam hidup kita, Ia memerintahkan kita menyerahkan sepenuhnya hidup kita. (Maz 37:5). Ia tahu bahwa hanya Ia yang tau yang terbaik buat hidup kita.

  Keempat, mempercayai penyertaan Tuhan bukan berarti tidak lagi ada tantangan atau tidak lagi mengalami tantangan yang sama yang Ia sudah lepaskan kita. 

  Penyertaan Tuhan tidak menjamin juga tantangan yang kita hadapi juga semakin ringan atau berkurang. 

 Oleh karena kita hidup dalam dunia yang penuh dengan dosa, tantangan akan selalu ada. Oleh karena iblis terus berusaha untuk tidak seorangpun selamat, tantangan juga tidak berkurang. Namun, Ia berjanji untuk memampukan kita untuk apapun yang kita hadapi dan berkemenangan.

            














Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025