WARTA MINGGU , 28 FEBRUARI 2021
( Mazmur 42 : 11 )
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Suatu hari saya melihat seorang teman yang sedang
sedih , marah dan tertekan. Karena pengalaman hidup yang berat serta masa lalu
yang kurang mendapat kasih, membuat dia mudah terjebak dalam emisional yang
salah. Lalu sayapun berusaha menguatkan dia dan mengingatkan akan kasih Yesus
yang terus menyertai dia.
Pengalaman saya ini mirip tapi bereda dengan
Maz. 42:11, ayat di atas adalah percakapan di dalam jiwa seseorang , Daud
berkata kepada dirinya sendiri. Saat itu jiwanya sangat tertekan, banyak musuh
yang mengejar dia, sehingga dia hidup dalam kegelisahan dan ketakutan.
Hidup kita juga bisa mengalami kekhawatiran, dan tekanan-tekanan yang berat, covid-19 sudah merenggut banyak nyawa , dan membuat ekonomi dunia semakin berat, bahkan sampai ada orang yang bunuh diri karena hal ini. Kondisi external sering membuat jiwa internal terganggu. Hal ini sama dengan virus covid yang menyerang tubuh, tidak ada obat yang dapat membunuh virus itu, yang dapat mengalahkan virus itu hanyalah tubuh kita sendiri.
Demikian juga kita dapat mengalahkan serangan dan tekanan atas jiwa
kita, lawanlah dengan perbendaharaan Firman dalam otak kita dan kasih Allah
yang sudah menjadi bagian dari hidup kita, maka kita akan menang dari
tekanan-tekanan itu.
Jiwa kita terdiri dari pikiran , perasaan ,
dan kemauan. Ketika perasaan Daud diserang, dia lawan dengan pengharapan
dan pengalaman dengan Allah yang begitu kuat. Dia menyadari apa yang sedang
terjadi pada jiwanya dan meyerahkan jalan keluarnya pada Tuhan, dan terbukti
dari sikapnya yang tetap bersyukur meskipun dalam kesulitan yang besar.
Ketika Ayub mengalami cobaan, anaknya mati,
hartanya habis, tubuhnya sakit, saat itu istrinya suruh dia mengutuki Allah,
teman-temannya menyalahkan dia. Ayub mengalami serangan dalam pikirannya. Kisah
Ayub berakhir dengan kemenangan, dia berhasil menang karena ketaatannya dan
keyakinan pada Allah serta kasihnya yang tidak pernah padam.
KIta tidak tahu apa yang akan terjadi besok,
mungkin ada serangan pada pikiran kita ataupun perasaan kita. Keadaan external
tidak menentu dan tidak dapat mutlak kita kuasai, namun kita dapat membentuk
benteng pertahanan yang kuat. Daud dan Ayub memiliki satu kesamaan, yaitu
hubungan yang erat dengan Allah.
Dunia ber-ramai-ramai melakukan vaksinasi untuk melawan penyebaran covid-19, mari kita juga jangan lupa memperkuat benteng pertahanan jiwa kita dengan hubungan yang semakin erat dengan Tuhan. Biarlah jiwa kita terus terkoneksi dengan Allah melalui penghayatan Firman dan doa yang semakin intens. Amin.











Comments
Post a Comment