WARTA MINGGU, 14 FEBRUARI 2021
dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, ibertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Matius 22: 35 - 38
Pendahuluan
Bulan Februari identik
dengan bulan kasih sayang kata banyak orang di luar sana, special tgl 14
seperti ini. Mereka berlomba lomba untuk memberi sesuatu kepada orang yang
dikasihinya atau dicintainya, ada yang memberi bunga, coklat dan lain
sebagainya. Tapi bagi orang percaya setiap bulan adalah bulan kasih, bahkan
setiap hari adalah kesempatan untuk kita menyatakan kasih. Baik kasih kepada
Allah ataupun kasih kepada manusia. Mengapa? Karena kasih adalah Dasar
Kehidupan Kekristenan atau DNA nya orang percaya. Kekristenan dan kasih tidak
dapat di pisahkan.
Jadi dari ayat ayat di atas kita tahu bahwa
Mengasihi Allah dengan segenap hati adalah sesuatu yang mendasar atau melekat
pada kehidupan orang percaya. Sayangnya banyak dari kita menurunkan makna kasih
tersebut. Dunia ini telah mengkontaminasi kita dengan nilai-nilai kasih yang
salah. Seringkali orang menganggap bahwa kasih hanyalah sebatas perasaan. Nilai
yang berikutnya yang dunia ini berikan adalah kasih menjadi kesempatan untuk
memperdaya orang lain.
Tapi mari kita melihat dari Alkitab yang sebenarnya ketika Allah berbicara tentang kasih:
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu
mengasihi kita - 1 Yohanes 4:19
1. 1. Kasih adalah inisiatif Allah
Allah mengajarkan makna kasih yang sebenarnya, Dia memulai inisiatif untuk menyelamatkan manusia. Sejak jaman Perjanjian Lama Dia telah membuka jalan untuk menyelamatkan manusia, Dia menunjukan kasihNya dengan berbagai perbuatan. Dan Ia menggenapi kasihNya dengan memberikan Yesus Kristus sebagai tebusan bagi dosa dosa kita.
Jadi jika kita mau belajar kasih jangan belajar dari dunia ini, tapi lihat apa yang Tuhan kerjakan di dalam Alkitab dan apa yang Allah kerjakan dalam kehidupanmu.
2. 2. Pengalaman Kasih
Mengasihi dapat terjadi jika kita mengalami dikasihi Allah. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata:
"Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di
rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus
dengan sukacita (Lukas 19:5-6). Kasih yang di alami oleh Zakeus
menyebabkannya mampu mengasihi Tuhan dan orang lain.
Arti Mengasihi yang Alkitabiah berhubungan dengan Tindakan
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan
menuruti segala perintah-Ku” Yohanes 14: 15
“Jangan membuat bagimu patung
yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di
bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan
sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu,
adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada
anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang
membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada
beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan
yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Ulangan 5: 8-10
“Inilah tandanya , bahwa
kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita
mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih
kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya
itu tidak berat,” I Yohanes 5: 2-3
Dan masih banyak lagi ayat yang menyatakan bahwa kasih berhubungan dengan Tindakan. Tindakan yang diinginkan Allah ketika kita berkata mengasihi Dia adalah menuruti perintahNya. Menuruti perintahNya adalah menuruti firmanNya. Nilai yang salah yang dunia ini ajarkan adalah : “yang penting Niat”.
Allah menghargai setiap keinginan atau kerinduan untuk melakukan sesuatu yang baik, itu sebabnya ketika kerinduan di hati kita muncul, Dia membuka cara untuk kita dapat merealisasikan hal tersebut. Sayangnya banyak orang hanya berhenti di niat saja. Ingat kisah perumpaan 2 anak dalam Matius 21: 28-31.
Mengasihi dengan totalitas kehidupan kita
“Barangsiapa
mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan
barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia
tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan
mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10: 37-38
Kerinduan mencari dan menyenangkan Tuhan haruslah melebihi kerinduan kita menyenankan orang tua atau keluarga kita. kerinduan kita mencari Tuhan haruslah melebihi kerinduan kita mencari pasangan, harus lebih dari kerajinan kita dalam bekerja.
Jika kita
mampu mengasihi Tuhan lebih dari hal tersebut, maka kita akan dimampukan untuk
mengasihi orang tua, pasangan, keluarga dengan benar. Jika kita mencari Tuhan
terlebih dahulu kita akan dimampukan untuk bekerja dengan baik dan kerja keras.
Allah menginginkan totalitas kehidupan kita, kasih yang total, penyerahan diri
yang total.










Comments
Post a Comment