WARTA MINGGU, 31 JANUARI 2021

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka. 18 Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering. 19 Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya (YESAYA 41:17-19)

  Hari-hari ini, ada satu kata yang cukup populer berhubungan dengan pandemi yang kita hadapi yaitu PEMBATASAN. Pulau jawa dan Bali dengan kota-kota besarnya dan kota-kota tertentu, sedang mengalami ‘PEMBATASAN’ yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran virus covid 19. PEMBATASAN ini tentunya sangat terasa buat masyarakat kota besar yang biasa sibuk dan penuh pergerakan.

  Dengan pembatasan yang sudah terjadi dan berulang, ada banyak orang yang mulai dikuasai keterbatasan dan menjadi  ‘stress’. Mereka mulai merasa tidak berguna, tidak berdaya dan lain sebagainya. Itulah sebabnya, Tuhan mau ingatkan sekalipun ada pembatasan-pembatasan yang terjadi, kita tidak perlu tinggal dalam keterbatasan. Mengapa?

   Tuhan Yesus Kristus, yang kita sembah, dalam segala ke-MAHA-anNya memang tidak merancang kita untuk tinggal dalam keterbatasan. Dalam berbagai kisah di alkitab, kita bisa melihat bagaimana Ia bertindak menolong manusia untuk bisa keluar dari keterbatasanNya. Salah satu contohnya adalah janji Tuhan buat Israel. Ketika Ia memulihkan, orang yang kehausan dan sudah tidak berdaya dengan kekeringan yang mereka alami, akan menerima kelimpahan air.

   Tuhan menjanjikan untuk membuat sungai , mata air bahkan telaga air di tempat-tempat yang tandus seperti padang gurun. Bahkan Tuhan menyempurnakan tindakannya dengan menumbuhkan pohon-pohon yang membantu mengatasi panas akibat kekeringan. Jangan mau tinggal keterbatasan karena Tuhan pasti memampukan kita keluar dari keterbatasan. Bagaimana cara kita tidak tinggal dalam keterbatasan?

    Kita  harus mengerti apa yang Tuhan sedang lakukan (Mazmur  66:5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia;) Ia telah menyediakan dengan limpahNya segala kebaikan yang mendatangkan terobosan dari keterbatasan (Mazmur 31:20 Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!)

   Berdasarkan contoh yang ada di Alkitab, ketika Ia mengizinkan keterbatasan/ krisis, Ia mungkin sedang memanggil kita kepada PERTOBATAN (Yesaya 33:11). ada hal yang tidak bekenan di mata Tuhan yang kita tidak/ kurang sadari. Selain itu, keterbatasan juga menuntun kita kepada PENEGAKKAN NILAI-NILAI KEHIDUPAN yang kita abaikan.(Mazmur 119:71). Nilai-nilai kehidupan yang diabaikan akan berdampak pada penyimpangan kehidupan.

   Selanjutnya, keterbatasan membawa kita kepada PEMAKSIMALAN POTENSI. (kisah 3:6) Ada potensi-potensi yang Tuhan sudah berikan untuk membuat kita bertumbuh dan semakin berdampak. Namun, kita tidak menyadari segala potensi ini sampai mengalami krisis/keterbatasan. 

    Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya, adalah PERMULAAN MUSIM BARU (1 Korintus 2:9) Tuhan mau kita masuk kepada rancanganNya yang selanjutnya untuk semakin menyempurnakan keindahan dan keberartian hidup yang Ia sediakan khusus untuk kita. Tetapi , kita seringkali tidak mau bergerak sampai Ia mengizinkan krisis/ keterbatasan. 










Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025