WARTA MINGGU, 24 JANUARI 2021

 Biasanya pada momen pergantian tahun atau awal tahun seperti saat ini, beberapa orang membuat resolusi. Resolusi adalah tekad yang dibuat untuk dilakukan pada tahun yang baru.

  Kita akan merenungkan Firman Tuhan di bawah ini, yang harus menjadi fondasi dari setiap resolusi yang kita buat.

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 

Ayat di atas, dimulai dengan kata “Perhatikanlah dengan seksama”.  Itu artinya si penulis, yaitu Paulus ingin pembacanya menaruh perhatian yang serius terhadap pesan yang ingin disampaikannya.

Yaitu tentang apa?  Tentang “bagaimana kamu hidup”.

  Firman Tuhan memerintahkan kita untuk sungguh-sungguh memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup ini. Menurut ay. 15 di atas, ada 2 cara kita bisa menjalani hidup ini, yaitu (a) dengan cara ORANG BEBAL/ BODOH (The Fool’s Way);  dan (b) dengan cara ORANG ARIF/ BIJAK (The Wise’s Way).

Apa perbedaan antara keduanya?

(1) Orang Bijak menghargai waktu, Orang Bodoh meremehkan waktu

Ayat 16 mengatakan begini : “pergunakanlah waktu yang ada”.

Orang bijak menghargai hidup.  Dan orang yang menghargai hidup pasti menghargai waktu (karena hidup adalah masalah waktu). Dan menghargai waktu, pasti dimulai dari kesadaran/ concern bahwa waktu itu terbatas.

Kita tahu dari teori ekonomi semakin terbatas ketersediaan suatu barang  nilainya semakin tinggi.  Begitu juga dengan waktu. Orang bijak concern bahwa waktu itu terbatas, makanya dia memilki sikap sangat menghargai waktu, dan orang yang menghargai waktu = menghargai hidup. 

(2) Orang Bijak menggunakan waktu untuk tujuan yang berguna. Org Bodoh menggunakan waktu untuk tujuan yang tidak jelas.

 Orang bijak menggunakan waktu, orang bodoh juga menggunakan waktunya… Lalu bedanya apa?

  Bedanya adalah karena orang bijak menyadari/ concern terhadap nilai waktu, maka mereka akan menggunakan waktunya secara efisien hanya utk tujuan-tujuan yang berguna.  

 Mereka menyadari bahwa tidak mungkin bisa mengerjakan semua yang mereka ingini.  


Kita memiliki keinginan-keinginan untuk melakukan sesuatu, yang jumlahnya tidak terbatas. Namun karena waktu yang terbatas, maka hanya tujuan-tujuan yang terpenting saja yang bisa kita lakukan.

Ep 5:16 mengatakan begini :  dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 

Menurut penjelasan “Bible-studys.org”— Maksud dari ayat di atas adalah  : “Orang yang memiliki terlalu banyak waktu luang dan tidak terlibat dalam kegiatan produktif, akhirnya jatuh ke dalam dosa. Manfaatkan waktu Anda. Lakukan sesuatu yang baik untuk Tuhan. Pada gilirannya, Anda akan menjauhkan diri dari kerusakan.”

Jadi maksudnya adalah kita dikelilingi oleh godaan-godaan yang dapat menyeret kita berbuat jahat dengan waktu kita. Apabila kita tidak memiliki tujuan, maka kita akan mudah tergoda untuk memakai waktu kita untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna, bahkan cenderung mengikuti kedagingan kita.

Contohnya Daud. Ketika Daud waktu sedang sibuk berperang, maka ia menjadi orang yg berprestasi dan perkasa. Tapi ketika dia sedang santai dan tidak ada yang dikerjakan, maka dia jatuh dalam dosa perzinahan. 

Jadi kita harus memiliki tujuan yang jelas, supaya penggunaan waktu kita efektif dan tidak tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna, dan bahkan berdosa.

(3) Orang Bijak mengisi hidupnya dengan hal-hal yang selaras dengan kehendak Tuhan, Orang Bodoh mengisi hidupnya dengan hal-hal yang di luar kehendak Tuhan.

 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan

Ayat ini memerintahkan kita utk berusaha “mengerti kehendak Tuhan”. Apa itu kehendak Tuhan dlm konteks ini?

Yaitu: Hal-hal yang Tuhan mau/ suka untuk kita lakukan, atau hal-hal yang bila kita lakukan akan membuat Tuhan senang.

Orang bijak mengarahkan kegiatan-kegiatan dalam seluruh aspek hidupnya untuk kesenangan Tuhan/ selaras dengan kehendak Tuhan (lihat gambar). Inilah yang disebut dengan istilah “Hidup adalah Ibadah”.

Cara lain yang berlawanan dengan cara hidup ini adalah hidup yang di luar kehendak Tuhan, atau hidup utk menyenangkan diri sendiri. Di mana semua kegiatan dalam aspek kehidupannya diarahkan utk memuaskan sang ego. Ini yang disebut oleh alkitab sebagai cara hidup orang bebal.

Penutup:

Waktu adalah pemberian Tuhan, bahkan pemberian Tuhan  yg paling berharga. Pada akhirnya kita semua akan mempertanggungjawabkan penggunakan waktu (hidup) kita kepada Sang Pemberi waktu.  Sebab itu jalani hidup ini dengan cara yang bijak. 











Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025