WARTA MINGGU, 17 JANUARI 2021

Berserah kepada Tuhan bukan Menyerah kepada persoalan

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, 
dan Ia akan bertindak;  Maz 37:5

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 
1 Pet 5:7 

     Memasuki tahun baru 2021 kita langsung dihantam dengan kondisi yang menakutkan yaitu semakin banyaknya orang yang terpapar dengan virus covid19 dalam minggu ini. 

   Selain itu, bangsa kita juga mengalami adanya gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan. Namun, apapun yang terjadi kita senantiasa punya pilihan yaitu apakah kita mau menyerah dengan persoalan atau kita mau berserah kepada Tuhan.

   Berhubungan dengan pilihan ini, biasanya kebanyakan orang yang beriman sudah tau pilihan jawaban yang benar yaitu ‘BERSERAH’ kepada Tuhan. Namun, pada saat bersamaan, banyak yang menjadi kecewa karena mereka merasa tidak mengalami seperti janji ayat ini yaitu Tuhan bertindak. Betulkah Tuhan tidak bertindak atau sebetulnya kita mempunyai pengertian yang salah tentang Berserah? 

   Sebelum kita mempertanyakan mengapa Tuhan tidak bertindak, kita harus memastikan dulu apakah kita sudah berserah dengan benar. Ada tiga ciri utama kalau kita sudah berserah dengan benar.

Ciri pertama adalah-   
BERSERAH lahir dari KEYAKINAN. 

    Berserah dilakukan karena meyakini kepada siapa kita berserah yaitu Tuhan yang sangat mengasihi kita dan menjadi penjaga yang tidak pernah terlelap. Pemakaian kata ‘lahir dari’ adalah untuk mengingatkan keyakinan tidak muncul begitu saja. Seperti bayi yang lahir itu dibentuk dulu selama 9 bulan di kandungan ibunya demikian juga keyakinan. 

  Keyakinan terbentuk dalam proses waktu karena benih firman Tuhan yang kita renungkan setiap hari, dan melakukan “saling” dengan saudara seiman dalam mengerti firman. Selain itu, keyakinan juga terbentuk melalui proses tantangan bahkan kesengsaraan. (Roma 5:3-5)               

                                                  Ciri kedua dari berserah yang benar adalah 
                                                  BERSERAH melihat kepada KESEMPATAN.

  Paulus menyaksikan peluang atau kesempatan di tengah keterbatasan, sedang di penjara dan kurang sehat, karena Ia menaruh pengharapan/ Berserah kepada Allah yang hidup. Itulah sebabnya, ia terus semangat berjerih payah dan berjuang (1 Timotius 4:10). 

  Seseorang terus bersemangat untuk berjuang dengan keras karena Ia melihat kepada kesempatan yang Tuhan sediakan bukan kepada hambatan yang muncul karena persoalan.

                                           Ciri yang ketiga dari berserah yang benar ialah                                            BERSERAH dipenuhi dengan DOA SYUKUR. 

   Firman mengatakan untuk kita tidak menjadi kuatir tentang apapun. Namun, untuk bisa bebas dari kuatir harus ada tindakan berserah kepada Tuhan. Dan berserah yang benar kepada Tuhan pasti disertai dengan berdoa yang disertai ucapan syukur. 

   Kata “dipenuhi” dipakai untuk  menunjukkan semakin kita berserah kepada Tuhan karena keyakinan akan  siapa Tuhan dan melihat kesempatan yang Tuhan akan bukakan, maka orang yang berserah pasti penuh dengan rasa syukur. Ia sulit mengeluh, bukan tidak bisa mengeluh lagi karena percaya Tuhan mau memenuhi segala keperluan menurut kekayaan dan kemuliaanNya( Filipi 4:6-7& 19)

   Selama kita hidup di dunia ini kita tidak bisa terhindar dari persoalan yang menakutkan. Tetapi, kita bisa keluar dan berkemenangan dari dampak yang menakutkan karena persoalan. Kita bisa punya ketenangan dan keteguhan, yang merupakan bagian dari tindakan pembelaan Tuhan karena kita berserah, dan berbaga tindakan lain yang menunjukkan kebaikanNya kepada kita. Berserahlah kepada Tuhan!
















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025