WARTA MINGGU, 10 JANUARI 2021
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36:26
Satu tahun telah kita lalui
dan kini tahun yang baru telah tiba. Banyak hal yang telah kita lalui, entah
itu baik maupun yang buruk sekalipun. Sebagian doa-doa kita mungkin telah
dijawab dan sebagian lagi belum ada jawabannya. Masalah yang lalu telah
dilalui, tetapi ada masalah lain yang terus berdatangan. Memasuki tahun yang
baru, janji Tuhan bagi umatNya tetap berlaku. Dia senantiasa memberikan
rancangan damai sejahtera bagi umatNya yang setia mengasihi Dia. Dan ketika
kita sungguh-sungguh berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat, Dia memberikan
hati yang baru dan roh yang baru dalam hidup kita. Dia akan memberikan
kemampuan bagi kita agar kita dapat hidup taat seturut dengan FirmanNya.
Tentunya hati yang baru dan
roh yang baru harus diikuti dengan sikap dan perbuatan yang sesuai dalam kehidupan
kita, agar hubungan dengan Tuhan dapat terus terjaga dan FirmanNya benar-benar
membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita. Dan dalam tahun yang baru
ini, kita semua juga pasti rindu untuk melihat janji-janji Tuhan digenapi,
jawaban-jawaban doa dipenuhi, masalah-masalah dapat terselesaikan dan segala
keinginan kita diberikan oleh Tuhan.
Oleh karena itu dengan hati yang baru, ada beberapa hal
yang harus kita lakukan dalam menyambut tahun yang baru ini agar janji-janji
Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita:
1. Lakukan
Segala Sesuatu Di Dalam Yesus
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan
perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus,
sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Kol 3:17
Ingatlah kepada Tuhan dalam
setiap perbuatan kita, baik dalam pekerjaan, di kantor, di rumah, di jalan, di
sekolah, dalam lingkungan sosial, keluarga, pergaulan dan lain-lain.
Keluarkan perkataan-perkataan
yang positif dalam hidup kita, lakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan
kebenaran Firman Tuhan. Lakukan segala sesuatu, seperti kita melakukannya untuk
Tuhan. Kita tidak akan berani berbuat kecurangan/dosa, jika kita ingat bahwa
yang kita lakukan adalah untuk Tuhan.
2. Belajar
Dari Pengalaman
“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya
aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Maz 119:71
Segala ujian dan pencobaan
yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita adalah untuk pembelajaran bagi kita agar
kita dapat hidup lebih baik lagi di hadapan Tuhan. Tuhan senantiasa membentuk
hidup kita melalui segala keadaan maupun kondisi agar kita dapat menjadi kuat
menghadapi masalah-masalah yang lebih besar lagi.
Dan ketika kita mau terbuka di
hadapan Tuhan dan belajar dari setiap masalah yang kita hadapi, maka kita akan
menjadi manusia yang semakin serupa dengan Kristus, karena hidup ini adalah
proses menuju kepada kesempurnaan. Belajarlah dari setiap pengalaman yang kita
lalui, belajar dari tahun yang telah kita lalui dan evaluasi apa yang perlu
kita perbaiki. Kesalahan yang pernah kita lakukan tidak perlu terulang lagi,
dan kebaikan yang telah dilakukan biarlah dapat lebih lagi dikerjakan dalam
tahun yang baru.
“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” Rom 15:4
3. Iman
Disertai Perbuatan
“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman
itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yak
2:17
Keyakinan iman dan kehidupan
doa harus selalu diimbangi dengan perbuatan. Karena iman tanpa perbuatan adalah
iman yang mati, sedangkan iman yang disertai dengan perbuatan akan menghasilkan
mujizat dalam kehidupan kita. Seringkali ketakutan senantiasa menghalangi kita
untuk dapat melangkah dengan iman. Pikiran dan logika selalu bertolak belakang
dengan iman yang kita miliki. Tetapi ketika kita menyingkirkan segala ketakutan
dan mulai melangkah dengan iman, maka kita akan melihat hasil yang luar biasa
dari perbuatan yang kita lakukan.
Ketika kita takut untuk
melangkah atau berbuat sesuatu, maka kita telah kehilangan kesempatan untuk
berhasil. Mungkin juga ketika kita melangkah kita akan menemui kegagalan.
Tetapi kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi ketika kita tidak mulai untuk
melangkah.
“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” Pkh 11:6










Comments
Post a Comment