PENGUMUMAN
Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.
Daniel 1:15
Dalam dunia marketing penjelasan produk-produk biasanya disertai dengan testimoni atau kesaksian untuk lebih meyakinkan. Sekalipun ada banyak testimoni tetapi hal itu tidak menjamin bahwa produk yang dijual sesuai dengan kenyataan. Hal yang mudah saja bisa kita lihat pada banyak iklan di televisi yang tidak sesuai dengan kualitas produk yang mereka iklankan namun demikian ada banyak orang menjadi tertarik karena iklan-iklan tersebut. Atau pernahkah Saudara melihat menu makanan di restoran begitu indah, yang membuat makanan itu kelihatan begitu nikmat. Tetapi Saudara kecewa ketika melihat makanan yang sesungguhnya datang. Ternyata jauh dari apa yang Saudara harapkan.
Sedangkan kehidupan kekristenan tidaklah demikian. Alkitab dalam Ibrani 12:1 berkata “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Artinya bahwa kehidupan kita tidaklah seperti iklan tetapi sungguh benar adanya.
Apapun yang kita lakukan menjadi kesaksian hidup tentang siapakah diri kita. Dan hal itu bisa mempengaruhi orang lain ingin mengenal Tuhan atau tidak. Ketika Daniel berketetapan untuk tidak makan dan minum yang najis maka orang bisa melihat bahwa keyakinannya bukanlah keyakinan yang tanpa alasan. Pilihannya untuk hidup berbeda dari budaya sekitarnya, dibuktikan dengan kehidupannya. Hidupnya sungguh-sungguh dipersembahkan kepada Allah dan menggambarkan kehidupan orang yang disertai Allah.
Teladan Bersaksi
Kehidupan
kita berbicara lebih kuat daripada banyaknya kata- kata yang kita keluarkan.
Kita harus menghidupi apa yang kita yakini dengan sebenarnya ( sesuai
dengan Alkitab ) dan sepenuhnya ( jangan setengah-setengah ). Bila kita
memperkenalkan kasih Yesus, hiduplah sebagai orang yang penuh kasih. Bila kita
mengatakan tentang pengorbanan Kristus, hiduplah sebagai orang yang rela
berkorban. Kehidupan kita harus berpadan denga napa yang dikatakan Alkitab.
Kuasa untuk bersaksi
Sekalipun kita telah berusaha menjadi teladan bagi banyak orang, tetapi kita bukanlah orang yang sempurna. Orang lain tetap bisa melihat banyak kekurangan diri kita. Namun demikian janganlah takut bersaksi tentang Tuhan Yesus. Sebab yang menyelamatkan orang tersebut bukanlah kesaksian kita, tetapi Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1:8 berkata: “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Roh Kudus akan menolong kita saat kita bersaksi mengenai Yesus kepada orang lain. Kesaksian kita hanya meneguhkan bahwa keyakinan kita terhadap Tuhan Yesus yang memberikan keselamatan adalah benar, karena dibuktikan dengan kehidupan kita yang di ubahkan oleh Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa Dia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Yesus juga telah berjanji dalam Matius 28:20, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Tanggung jawab kita adalah memberitakan kasih Tuhan sampai Tuhan Yesus datang kedua kali.
Hidup kita bukan sekedar iklan, yang seringkali berbeda dengan kenyataan. Kita harus menampilkan sebenar-benarnya tentang diri kita. Hidup yang bersembunyi dibalik topeng religius, tidak akan menjadi kesaksian. Cepat atau lambat hidup kita yang sebenarnya akan kelihatan. Jadi marilah kita menjadi apa adanya, dengan kehidupan yang selalu diperbaharui oleh FirmanNya. Selamat menjadi saksi Kristus.














Comments
Post a Comment