WARTA MINGGU, 8 NOVEMBER 2020
Pada pasal 9 dari kitab 2 Samuel, kita menemukan
kisah yang menarik tentang bagaimana Daud mencari Mefiboset (anak Yonatan, cucu
Saul) serta mengembalikan hak-haknya.
Kisah ini
memberikan gambaran rohani yang indah tentang kasih Allah kepada manusia. Mari
kita lihat..
1. Mefiboset hidup terasing dan
menderita karena pelanggaran-pelanggaran Saul
Karena
pelanggaran-pelanggaran yang dibuat oleh Saul, Allah meninggalkan Saul dan membiarkan Saul terbunuh dalam sebuah
pertempuran dengan bangsa Filistin. Mefiboset
yang saat itu berusia 5 tahun dibawa lari oleh inang pengasuhnya untuk diselamatkan
nyawanya, namun terjatuh yang membuatnya
timpang.
Mefiboset
lalu tinggal mengasingkan diri di Lodebar; meninggalkan kemuliaan istana
menjadi rakyat biasa.
> Pelajaran: Begitulah dengan keadaan kita dulu. Karena pelanggaran Adam, hidup kita terpisah jauh dari Tuhan, terlepas dari kemuliaan Allah.
2. Daud mencari Mefiboset
9:1 Berkatalah Daud: "Masih
adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku
kepadanya oleh karena Yonatan.”
Pada jaman
itu, adalah hal yang umum apabila raja yang baru naik takhta akan menghabisi
seluruh kaum keluarga raja yang sebelumnya. Tujuannya supaya tidak terjadi
pemberontakan di kemudian hari.
Tapi tidak
demikian dengan Daud. Daud mencari kaum
keluarga Saul/ Yonatan bukan untuk dibunuh, tapi sebaliknya untuk menunjukkan
kasihnya.
> Pelajaran: Posisi kita seperti Mefiboset yang selayaknya mendapatkan hukuman mati, tapi dicari oleh Allah untuk menerima kasih karunia.
3. Daud mengangkat Mefiboset sebagai anak raja
Daud bukan
saja menyerahkan segala sesuatu yang adalah milik Saul kepada Mefiboset, tapi
Daud juga mengangkat Mefiboset menjadi
anaknya, yang duduk makan sehidangan dengannya. (ay.9-11)
9:11 … Dan Mefiboset makan
sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.
>Pelajaran:
Seperti Mefiboset, karena kasihNya kepada kita, maka kita diangkat menjadi
anak Raja dan hidup dalam persekutuan dengan Dia.










Comments
Post a Comment