WARTA MINGGU, 29 NOVEMBER 2020
MATIUS 5:13,14,16 "KAMU ADALAH GARAM DUNIA. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 KAMU ADALAH TERANG DUNIA… Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Hari ini, firman Tuhan mau mengajak kita mengambil waktu mengintrospeksi diri dalam hubungan dengan apa yang Tuhan SUDAH, bukan sedang atau akan, berikan kepada kita.
Tuhan mau kita menyadari dan mengetahui dengan benar salah satu pemberian Tuhan, yang harus dibuktikan dengan mengalaminya secara nyata. Itulah sebabnya tema renungan ini menggunakan kalimat tanya dan dimulai dengan kata “TAUKAH” Salah satu yang Tuhan sanggup dan sudah berikan kepada kita yang percaya kepadaNya adalah memiliki hidup bukan biasa-biasa namun luarbiasa. Mungkin, karena kita sering mendengar kata “luarbiasa” dan mengalami kebalikannya dalam kehidupan, kita tergoda menjawab, “apa iya?”
Perhatikanlah perkataan Tuhan Yesus sendiri dalam kotbah awal pelayanannya di muka bumi ini.Perkataan ini sangat terkenal dan banyak orang percaya tau, namun banyak kita masih sangat sering mengabaikan yaitu – “kamu adalah garam dunia…; kamu adalah terang dunia”.
Wow luarbiasa kita bisa berdampak kepada dunia dimulai dengan dunia sekitar kita. Namun mengapa kita tidak merasa mempunyai hal/ kesaksian luarbiasa? Karena, kita membiarkan diri kita tidak mau bertumbuh sebagai “garam” sehingga menjadi tawar dan menyembunyikan “terang” yang kita punya.
Hari ini mari kita diingatkan lagi bahwa Tuhan telah menjadikan hidup kita, yang percaya dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juruselamat, sebagai “garam dan terang”. Ini adalah 2 hal yang memiliki unsur kuat yang akan membawa pengaruh luarbiasa buat sekitar mereka.
Garam akan “memperkuat rasa dan menjadi pengawet”. Terang akan “mengusir segala kegelapa atau ketidak jelasan dan membantu memperjelas dengan seutuhnya apa yang tidak jelas”. Inilah hidup yang Tuhan sudah berikan untuk kita miliki. Hidup yang memberi dampak atau kesaksian yang luarbiasa buat dunia.
Sebagai garam kita membantu orang me”rasakan” keindahan hidup dan dapat “awet”, atau hidup sebagaimana yang Tuhan rancangkan sejak awal kita diciptakan. Cara kita membantu adalah dengan menunjukkan kasih Kristus yang tanpa syarat kepada mereka dengan tindakan nyata mengasihi. Sebagai terang kita membantu orang “mengerti kebenaran” dengan membagikan firman yang kita mengerti sehingga mereka menerima kebenaran yang mebebaskan dari prinsip-prinsip kehidupan yang salah dan merusak.
Oleh karena itu , mari rindukan mereka/ dunia sekitar kita, dimulai dari rumah kita, tetangga sekitar kita, sekolah/ kampus/ kantor/ tempat usaha kita mengalami kehadiran kita sebagai garam dan terang dunia.
Gunakan setiap kesempatan untuk membagi perbuatan yang baik yang memperkenalkan kasih Kristus yang tanpa syarat. Ambil waktu untuk membagikan kebenaran firman yang telah memberkati saudara ( itulah sebabnya kita harus suka firman) kepada banyak orang yang membutuhkan kebenaran.
AYO, alami kehidupan yang Tuhan sediakan yaitukehidupan yang mempunyai kesaksian luarbiasa!














Comments
Post a Comment