WARTA MINGGU, 15 NOVEMBER 2020

I Samuel 30:6-9, 18-19 (baca lengkap dari ayat 1-20)

6 …Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. …Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.  8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu?... Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan. 9 Lalu pergilah Daud beserta keenam ratus orang yang bersama-sama dengan dia... 18 Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; …19 Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali .

  Tidak ada seorangpun yang suka alami krisis, namun dalam kehidupan di dunia tidak seorangpun dapat terhindar dari krisis. Kekurangan, kelemahan, kejahatan dan hal-hal negatif lain yang ada di dunia akan menimbulkan krisis dari waktu ke waktu. Namun ada berita yang luar biasa, apapun krisis yang kita harus hadapi, bila kita hadapi bersama Tuhan akan membuat krisis menjadi kesaksian. Salah satu kisah daud menjadi buktinya.

   Ketika kembali dari sebuah perjalanan, Daud dan pengikutnya menemukan bahwa kotanya, Ziklag, telah diserbu, dibakar, dijarah dan yang paling menyedihkan keluarga mereka semua juga diangkut menjadi tawanan dan tentunya akan menjadi budak, sebagaimana biasanya nasib tawanan. Sementar masih bersedih, Daud alami tambahan krisis. Ada pengikutnya yang berpikir irrasional mau melempari dia dengan batu. Daud, yang sebetulnya juga korban dianggap sebagai yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Tetapi, hal dasyat terjadi, krisis menjadi kesaksian. Itulah sebabnya, setelah ribuan tahun sampai sekarang ini, salah satu kisah Daud ini diceritakan berulang-ulang.  Bagaimanakah Daud menggunakan krisis yang dihadapi menjadi kesaksian?

1. MENEGUHKAN IMANNYA KEPADA TUHAN

Daud percaya bahwa “Apapun yang terjadi, dalam hidupku ini, tak pernah kuragukan, KasihMu Tuhan”. Oleh karena itu, saat ay6… Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. …Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. Iman kepada Tuhan membuat kita bisa melihat apa mata jasmani tidak lihat-  yaitu kebaikan yang Tuhan sudah sediakan dalam krisis ini yang akan dinyatakan tepat pada waktuNya.  Ketika kita tetap tenang dalam menghadapi situasi krisis dan akhirnya melihat hal yang baik yang Tuhan sediakan , krisis menjadi kesaksian.

2. MELANGKAH DALAM TUNTUNAN TUHAN 

Walaupun Daud mengetahui bahwa ia harus melakukan sesuatu, tetapi Ia tidak mau bertindak gegabah mengikuti emosi kepedihan hatinya. Ay. 8 Daud bertanya kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Dia mau melangkah hanya dalam tuntunan Tuhan. Itulah sebabnya dalam salah satu mazmurnya, Daud menyanyikan- Mazmur 25:8-10 TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. 9 …Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. 10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran...

3. MENGANDALKAN KEMAMPUAN DARI TUHAN-

Ketika Daud akhirnya melangkah mengejar musuhnya karena Tuhan berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan. (ay 8)  Karena Daud mengandalkan kekuatan Tuhan, semua yang hilang dapat dibawanya kembali. Dengan TUNTUNAN dan KEMAMPUAN dari TUHAN, krisis nya menjadi kesaksian yang luar biasa. ALAMI JUGA HAL INI!
























Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025