WARTA MINGGU, 18 OKTOBER 2020
I Petrus 1 : 22
Allah mau kita terus bertumbuh dalam
persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Keduanya haruslah seimbang. Kita tidak
bisa memilih hanya salah satu diantaranya. Karena gambaran hubungan persekutuan
yang intim dengan Tuhan dapat terpancar dalam kita membangun hubungan dengan
sesama. Dalam membangun hubungan dengan sesama kita harus terus bertumbuh
semakin dewasa. Ayat di atas mengingatkan supaya kita terus membangun persahabatan
dengan 2 hal yaitu :
-
Mengamalkan kasih persaudaraan adalah
mempratekan kasih dalam perbuatan, bukan sekedar kata-kata. Perbuatan akan
berbicara lebih keras dari pada banyaknya kata-kata yang kita sampaikan.
-
Bersungguh sungguh saling mengasihi. Kasih yang kita berikan adalah kasih yang
tulus bukan karena agenda pribadi tertentu. Bukan karena kita akan mengambil
keuntungan dari orang tersebut.
Tentunya supaya kita dapat melakukannya kita
harus membangun jembatan persahabatan. Ada 3 hal yang yang harus kita bangun
dalam diri kita sendiri supaya bisa membangun persahabatan yang sehat dengan
saudara seiman :
1. Hubungan
Yang Sehat
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang tidak mementingkan
diri sendiri. Alkitab memerintahkan kita untuk saling memberi hormat. Maksudnya
adalah belajar saling menghargai satu dengan yang lain. Perbedaan tidak akan
menjadi perdebatan, bila kita saling belajar menghargai atau menghormati orang
lain. Hubungan yang sehat juga berbicara kejujuran, tidak pura-pura, apa
adanya. Ini baru terjadi bila kita belajar menjadi diri kita sendiri.
2. Menjadi
Dewasa
Menjadi dewasa dalam persahabatan adalah sebuah kesadaran
bahwa tidak ada orang yang sempurna sama seperti diri kita sendiri. Untuk itu
dibutuhkan sikap bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tanpa
sikap ini kita akan mudah menyalahkan orang lain dan terus menerus membela
diri.
3. Memiliki
standar
Semua orang suka bila memiliki banyak teman atau sahabat,
tapi hati-hati persahabatan yang salah bisa menyesatkan kita. untuk itu milikilah standar dalam persahabatan. Kita harus memiliki nilai ( value ) dalam diri
sendiri. Jangan korbankan nilai kebenaran hanya karena persahabatan.
Persahabatan yang baik akan membawa kita semakin dekat dan dewasa di dalam
Tuhan. Tetapi persahabatan yang salah akan menghancurkan kita.
Rasul Paulus mengingatkan: “ Hendaklah kamu
sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari
kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia sia. Sebaliknya hendaklah dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya
sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang orang hanya memperhatikan kepentingannya
sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga ( Filipi 2: 2 – 4 ).

















Comments
Post a Comment