WARTA MINGGU, 11 OKTOBER 2020
Minggu
ini Indonesia menghadapi demo buruh hampir di semua kota-kota besar, mereka
berkumpul tanpa peduli resiko tertular virus covid19, hanya untuk menentang
perubahan undang-undang buruh. Banyak peserta demo yang tidak tahu apa-apa, hanya
ikut-ikutan tidak jelas, dampak negatif yang timbul akan merugikan buruh itu
sendiri, ataupun masyarakat umum secara keseluruhan.
Persekutuan
tidak selalu baik dan benar, motivasi dan semangat yang salah, akan membuat
sebuah persekutuan menjadi sia-sia, bahkan mendatangkan hal buruk bagi orang
yang terlibat atau pun orang lain di sekitarnya yang tidak terlibat.
1
Sam. 4 menceritakan kisah bangsa Israel yang terpukul kalah oleh bangsa
Filistin. Ayat 5 mencatat : Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke
perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi
bergetar. Kita dapat bayangkan betapa dahsyat suasana saat itu, bangsa
Israel sudah menang secara mental, dan bangsa Filistin sudah ketakutan. Tetapi
hasilnya pertempuran dalam ayat 10 menunjukkan kekalahan besar bangsa Israel,
sampai-sampai tabut perjanjian dirampas oleh bangsa Filistin.
Tabut
perjanjian melambangkan hadirat Tuhan, bangsa Israel mendatangkan hadirat Tuhan
dalam peperangan, mereka sangat yakin akan pertolongan Tuhan. Tanpa mereka
sadari, persekutuan mereka telah dicemari oleh perbuatan keluarga imam Eli,
oleh anak-anaknya yang tamak dan tidak menjaga kekudusan, oleh sikap imam Eli yang
lebih sayang pada anak-anaknya dari pada takut akan Tuhan.
1
Sam.7:2 mencatat : Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah
waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh
kepada Tuhan. Dalam ayat ini kembali kita melihat bangsa Israel tetap
menderita dalm waktu yang cukup lama, meskipun tabut perjanjian sudah bersama
mereka. Mereka tetap tidak sadar akan kesalahannya, sampai Samuel berkata pada
ayat 3 : “Jika kamu berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, maka
jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan
hatimu kepada Tuhan dan beribadalah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan
kamu dari tangan orang Filistin.”
Akhirnya
kita melihat kemenangan bangsa Israel pada ayat 11 : keluarlah orang-orang Israel
dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir
Bet-Kar. Kemenagan bangsa Israel dimulai dengan pertobatan menyingkirkan
penyembahan berhala dalam persekutuan mereka yang tercatat dalam ayat 4 : Kemudian
orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada
Tuhan.
Persekutuan
kaum Israel memiliki tujuan yang benar, yaitu menjadi sebuah bangsa kepunyaan
Tuhan yang merdeka dan kuat. Ketika mereka masih hidup tidak kudus, dan
mengizinkan sekelompok penyembah berhala dalam persekutuan mereka, maka
pertolongan Tuhan tidak ada pada mereka meskipun mereka mengundang hadirat
Allah.
Marilah
kita mau menjadi pemenang seperti bangsa Israel yang menyingkirkan dosa,
menyingkirkan ‘allah-allah lain’ dalam persekutuan kita, biarlah cara dan motivasi
kita bersekutu menjadi benar di mata Tuhan, yaitu : Hanya bersekutu dalam
semangat yang murni, yaitu kebenaran dan iman kepada Kristus, singkirkan semua
motivasi yang salah, maka doa kita akan benar-benar konek dengan pertolongan Tuhan.
Amin.

















Comments
Post a Comment