WARTA MINGGU, 1 NOVEMBER 2020

Tema gereja kita selama thn 2020 adalah : menjadi murid Kristus yang suka Firman, suka bersekutu dan suka bersaksi. Tujuan dari tema itu adalah agar kita benar-benar  menjadi murid Kristus yang punya relasi erat dgn Tuhan Yesus sebagai Guru kita, memiliki persekutuan yang erat dengan sesama dalam komunitas sehingga dapat bertumbuh bersama-sama dan dapat menyaksikan kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita.

 Dalam b.Inggris, kata DISCIPLE (murid/pengikut) dan DISCIPLINE (disiplin) itu memiliki akar kata sama. Jadi, bila kita menjadi murid pasti ada kedisiplinan yang harus kita jalani. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya (wikipedia). Untuk mencapai hasil yang baik, kita perlu mendisiplin diri kita. Disiplin itu perlu ketaatan, ketekunan, tidak mudah menyerah, terus menerus, dan konsisten.

 Pepatah mengatakan “From DIscipline to Delight” itu sangat baik untuk hal-hal positif. Kehidupan kita sehari-hari semua dimulai karena sesuatu yg dibiasakan. Mulai dari sikat gigi, cara kita tidur, makan, jalan, duduk, dsb. Bila terjadi perubahan, kita merasa tidak nyaman (pada awalnya), tapi bila itu untuk kebaikan kita, maka kita akan usahakan membentuk kebiasaan baru lagi. Mendisiplin diri kita sampai jadi kesukaan (terbiasa lagi dengan keadaan yg baru). contoh: masa pandemi.

 Dalam 2 bulan sebelum berakhirnya tahun 2020, kita akan belajar untuk SUKA BERSAKSI. Namun, banyak halangan untuk mencapai kesukaan dalam bersaksi, sehingga kita sering mengurung niat untuk bersaksi atau mungkin juga malah menjadi tidak mau bersaksi.  Mengapa kita tidak suka untuk bersaksi? Apa penghalangnya?

1. TIDAK PEDULI dan MERASA SULIT - Bersaksi melalui kehidupan pribadi.

1 Samuel 16:18 - Kehidupan sehari-hari Daud dikenal sampai ke istana raja. Seorang hamba memberi rekomendasi yang bagus tentang Daud: pandai main kecapi, pahlawan yang gagah perkasa, prajurit, pandai bicara, elok perawakannya dan TUHAN MENYERTAI dia.

Seringkali bersaksi itu dirasakan sulit. Tidak tahu darimana memulainya. Mulailah dari Kesaksian hidup pribadi yang mencerminkan karakter Kristus. Bila ada kesempatan, mulailah menyampaikan kabar baik. Namun, semua ini kadang terhalang karena kita tidak memiliki hati yang peduli dengan keadaan sekeliling atau jiwa-jiwa yang terhilang.

Kenyamaan hidup seringkali menutup mata rohani kita untuk dapat melihat jiwa-jiwa yang tersesat atau terhilang. Bila seluruh keluarga, bahkan keluarga besar sudah diselamatkan, kita menjadi enggan atau tidak perlu bersaksi pada orang lain. Mungkin saja selama ini kita menganggap bahwa bersaksi itu adalah tugas dan urusan pendeta, gembala, staf fulltime atau beberapa orang pelayan saja. Padahal bersaksi itu adalah tanggung jawab semua orang yang sudah diselamatkan. Matius 28:19-20 - Sebelum Yesus naik ke surga, DIA memberi perintah pada semua murid-murid-Nya. Bukan kah kita semua adalah murid-muriNya? Kita lah yang seharusnya mencari jiwa, mengajar dan menuntun mereka pada Jalan Kebenaran.

2. KETAKUTAN

1 Samuel 17: 10-11; 24; 26, Bangsa Israel cemas dan ketakutan, saat mendengar “tantangan” Goliat orang Filistin itu. Mereka tidak duga, bahwa bangsa Filistin punya tentara yg luar biasa. Mereka sama sekali tidak siap dengan tantangan SATU LAWAN SATU. Namun,dengan sangat berani Daud menghampiri Goliat - musuhnya dengan KUASA ALLAH.

Seringkali saat kita mau mulai untuk bersaksi, ada ketakutan-ketakutan yang menghantui kita. Takut ditolak, dimaki-maki, dihina, dijauhi oleh teman, dsb. KIta tidak menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup dan selalu berserta kita. Pasukan yang ada di medan pertempuran itu hanya memposisikan hidupnya menjadi tentara Saul. Tidak menyadari bahwa mereka adalah BARISAN ALLAH YANG HIDUP(26)

3. TAWAR HATI

I Samuel 17:32, Daud memperingati Saul untuk tidak tawar hati. Karena orang yang sudah tawar hati, kekuatannya menjadi sedikit dan tidak mampu melawan musuh. Tidak kuat dalam menghadapi tantangan.

Daud tahu bahwa mereka telah TAWAR HATI dan kecil kekuatannya sehingga merasa tidak sanggup melawan Goliat. Saul berkata :”tidak mungkin” karena Saul melihat Goliat sebagai prajurit Filistin yang sudah terlatih sejak muda, sedangkan Daud tidak terlatih sama sekali. Tapi ternyata itu salah total…

I Samuel 17: 34-35

34 Daud berkata kepada Saul : “ Hambamu ini BIASA menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yg menerkam seekor domba dari kawanannya, 35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya…

Daud sudah lama BERLATIH saat dia menggembalakan domba. Dia tidak pernah terpikir akan bertemu Goliat, namun dia terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Mendisplin dirinya untuk selalu memuji Tuhan, bukan sekedar membawa domba-domba makan dan minum tapi juga menjaga nya dengan baik, sampai dia bisa menang terhadap binatang- binatang buas yang akan memakan dombanya. Itulah yang membuat Daud terbiasa dengan umban dan batu nya, sehingga dia dengan mudah menang atas Goliat. 

BERLATIHLAH… biasakan… dengan cara mendisiplin diri, sehingga jadi kesukaan. Perhatikan baik2 apa yang dilakukan Daud sebelum akhirnya dia jadi pemenang, DIa ternyata sudah terlatih dengan musuh atau lawan yang mengerikan dan selalu menang. Latihlah diri kita untuk terus bersaksi, sampai menjadi Kesukaan dalam bersaksi.

Dari kisah Daud ini, kita belajar untuk dapat tetap menyukai bersaksi, sekalipun ada tantangan dan masalah yang sangat berat di depan kita.

Bagaimana agar kita jadi suka bersaksi?

1. Mulailah bersaksi melalui perubahan hidup sehari-hari

2. Jangan takut menghadapi tantangan.

3. Jangan tawar hati tapi sadarlah bahwa kita adalah tentara Tuhan

4. Latihlah diri kita sampai menjadi pribadi yang suka bersaksi

 


PERTANYAAN DAN JAWABAN ABBA CHALLENGE

SIAPAKAH SAYA?

1. Saya adalah satu-satunya orang Farisi yang membela Yesus saat Ia diadili, dan saya membawa minyak mur dan gaharu seberat 50 kati ketika Yesus wafat.  – Siapakah saya? NIKODEMUS

2. Saya adalah seorang perwira berwarganegara Roma. Petrus mendatangi saya dan memberitakan injil kepada saya, sehingga saya menjadi orang non-Yahudi pertama yang percaya kepada Kristus dan dibaptis.  --  Siapakah saya? KORNELIUS

3. Saya datang ke rumah Tuhan di kota Silo setiap tahun dengan suami saya. Saya mandul, dan ketika saya berdoa kepada Allah, maka melalui Imam Besar, Allah memberitahukan bahwa saya akan memperoleh anak …  Horeee, akhirnya!!   -- Siapakah saya? HANA

4.  Saya pernah menegur kepada sebuah jemaat di sebuah kota, dengan perkataan “bodoh”,  karena saya begitu jengke;. Jemaat tsb sudah bagus memulai dengan Roh, tapi mengakhirinya di dalam daging. --    Siapakah saya? PAULUS

5. Saya seorang wanita yang pernah memimpin para wanita Israel untuk menari-nari setelah bangsa Israel menyeberangi Laut Merah. Saya juga pernah terkena hukuman kusta selama 7 hari. -- Siapakah saya? MIRYAM

6.  Dalam kisah saya ada kata-kata ini :  tangga, Lus, mimpi, batu, malaikat. -- Siapakah saya? YAKUB

7. Saya seorang hamba wanita yang pernah diusir oleh nyonya saya. Di padang gurun Malaikat TUHAN menghibur saya, dan saya menamakan DIA : “Engkaulah El-Roi” --  Siapakah saya? HAGAR

8. Saya memiliki kedudukan yang lumayan tinggi, yaitu sebagai seorang isteri dari bendahara raja. Bersama-sama dengan perempuan-perempuan lainnya, kami ambil bagian untuk melayani rombongan Yesus dengan harta kami.   -- Siapakah saya? YOHANA

9. Saya memberikan uang kepada seorang nabi untuk mengutuki bangsa Israel, eh bukannya kutuk malah berkat yang diucapkannya. Saya benar-benar kesal!  -- Siapakah saya? BALAK

10.  Saya pernah membantu pelayanan dua orang penginjil besar dalam sebuah perjalanan misi. Namun saya meninggalkan mereka di Pamfilia. Rupanya kasus saya ini belakangan menjadi penyebab terjadinya pertengkaran hebat antara kedua penginjil tsb.  Hiks… Oya, saya dikenal juga dengan sebutan “Yohanes”.   -- Siapakah saya? MARKUS




















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025