WARTA MINGGU, 6 SEPTEMBER 2020

SERAHKANLAH hidupmu kepada TUHAN dan PERCAYALAH kepada-Nya,dan Ia akan bertindak; Mazmur  37:5 

   Bukan rahasia bahwa banyak kita sering kali belum bisa menikmati persekutuan atau keintiman dengan Tuhan. Banyak yang masih alami keintiman dengan Tuhan itu tidak stabil alias naik turun, seperti kondisi tegangan listrik di daerah-daerah terpencil.  Salah satu penyebabnya adalah karena kita masih bergumul dengan cara tuhan bertindak. Kita merasa masih ada MISTERI dalam kita mengerti CARA TUHAN BERTINDAK

 Kita sudah sungguh-sungguh berdoa dan memiliki sebuah kebutuhan mendesak. Kita  memerlukan jawabanNya segera tetapi sepertiNya Tuhan tidak segera menjawab. Padahal kita juga sudah meminta ampun dosa karena kita menyadari bahwa dosa menjadi penghalangan jawaban doa (Yesaya 59: 2b) Sebagai akibatnya kita tergoda untuk meragukan Tuhan. Sekedar catatan kalau Tuhan belum menjawab doa bukan selalu karena dosa penghalangnya.

 Ayat firman hari ini menjawab Misteri dalam cara tuhan bertindak.  Dua kata kuncinya- SERAHKANLAH DAN PERCAYALAH. Kalau Ia belum bertindak, salah satu sebabnya adalah Ia betul-betul mau yang terbaik dari hidup kita, namun yang terbaik dari Dia itu hanya terjadi bila kita sudah “SERAHKAN” hidup kepada Tuhan dan “MEMPERCAYAI” Tuhan sepenuhnya.

1.SERAHKANLAH

   Salah satu arti utama dari kata ini adalah- “memberikan kepada.” Namun memberikan kepada Tuhan ini jangan hanya memberikan persoalan. Tuhan tentu mau menerima dan menjadi jawaban buat setiap persoalan atau pergumulan kita. Namun, demi kebaikan kita, Tuhan mau kita - MENYERAHKAN hidup  kepada TUHAN. Tuhan pasti akan bertindak dan ketika Ia bertindak Ia mau kita alami pemulihan total. Kalau persoalan kita diselesaikan tetapi ada gaya hidup yang masih kurang baik, tentu masalah akan muncul lagi.

   Sebagai contoh, kalau Tuhan menolong keuangan kita tetapi cara kita mengatur keuangan kita masih kurang baik, kita akan jatuh lagi dalam persoalan yang sama. Atau kalau Tuhan menolong menyembuhkan penyakit kita, tetapi ternyata ada kebiasaan2 tidak baik yang tidak mau diubah maka kita akan kembali bermasalah dengan penyakit kita. Dan masih banyak lagi yang ditambahkan. Tuhan mau dalam bertindak menyelesaikan sampai kepada “akar” nya tetapi ini hanya terjadi kalau kita serahkan hidup kepada Tuhan.  

2.PERCAYALAH.

    Percayalah kepada-Nya!  kata “Percaya” disini dalam artinya adalah mempercayai. Tuhan mau kita sungguh mempercayaiNya. Contoh ada orang yang mengatakan- Saya percaya kata pengkotbah bahwa BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL. Saya percaya kata pengkotbah bahwa TUHAN MAHA KASIH DAN HADIR. Ini percaya yang belum utuh! Yang Tuhan mau adalah kita mengatakan sekarang saya  mempercayai BAHWA BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL  dan TUHAN MAHA KASIH DAN HADIR. 

   Di dalam “mempercayai” kita secara pribadi mengalami kebenaran tentang Tuhan kita. Tentu iman timbul dari pendengaran akan firman, kita perlu mendengar firman yang disampaikan para pengkotbah. Namun, setelah mendapat pengetahuan atau informasi, Tuhan mau kita mengalaminya secara pribadi. Lebih dari itu, dalam mempercayai kita bukan saja meminta Tuhan menyelesaikan persoalan tetapi meminta kehendak Tuhan sempurna yang jadi.

   KARENA KASIHNYA PADA KITA, Tuhan hanya mau memberikan yang terbaik buat kita. Tetapi, dalam memberikan yang terbaik ada saatNya Tuhan tidak menjawab seperti yang kita mau. Ketika kita sudah mempercayaiNya kita tidak akan menyerah, berputus asa bahkan meninggalkan Dia sekalipun Ia tidak menjawab seperti yang kita mau. Kita juga belajar untuk tidak bersandar pada pengertian kita yang terbatas ( Amsal 3:5) karena kita mempercayaiNya bahwa Ia inginkan yang terbaik.





Masalah dalam pernikahan sebenarnya  sudah terjadi  sebelum masuk pernikahan

Mengapa kita perlu mengenal sungguh-sungguh  orang yang akan menjadi pasangan seumur hidup

Bagaimana menjalin hubungan yang benar dengan pasangan selama pra nikah sampai masuk dalam pernikahan

Bagaimana suami istri dapat mnyelesaikan konflik dengan benar melalui komunikasi yang efektif

Menikahi orang yang kita cintai itu mudah. Namun, mencintai orang yang kita nikahi itu tidak mudah













Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025