WARTA MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10:24-25
Cukupkah kekuatan kita untuk menghadapi berbagai masalah hidup sendirian? Mungkin untuk sementara kita bisa berkata cukup, tapi untuk jangka waktu lama tentunya akan sangat sulit jika kita hanya sendirian. Dan Tuhan pun tidak pernah menciptakan manusia sebagai mahluk-mahluk individualis.
Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk sosial yang harus saling terhubung dan terintegrasi agar dapat terus berjalan ke arah yang lebih baik. Tuhan bahkan menyatakan bahwa tidaklah baik apabila manusia itu sendirian. “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja..” (Kejadian 2:18). Ada saat ketika kita akan tahu bahwa kita butuh orang lain untuk bisa bertahan hidup.
Lingkungan yang sulit, dunia yang jahat dan sebagainya setiap saat akan membuat kita semakin lama semakin lemah. Disaat seperti itu kita butuh teman-teman yang sanggup menguatkan, meneguhkan, mengingatkan dan menolong. Ada waktu kita butuh dikuatkan, sebaliknya ada saat ketika kita bisa menguatkan.
Tidak ada manusia yang sempurna, 100% kuat dan sanggup mengatasi segalanya sendirian. Bayangkan jika kita tidak memiliki teman-teman bisa saling dukung dan saling menasehati, memberi masukan, mengingatkan, menegur apabila kita melenceng dari kebenaran Firman Tuhan.
Dimulai Dari Saya
Sebuah hubungan yang baik harus dihasilkan dari dua arah. Namun ini tidak akan terjadi bila kita tidak memulainya dari diri sendiri. Dan sebagaimana kamu menghendaki supaya orang berbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka (Lukas 6: 31). Ada 3 hal yang perlu kita ketahui tentang membangun hubungan dengan saudara seiman :
1. Perlu Waktu
Tidak ada hubungan yang dapat dibangun dengan instan, semuanya butuh proses. Mungkin bagi orang-orang tertentu dapat mengenal orang lain dengan mudah, sedangkan sementara lainnya membutuhkan moment untuk bisa mengenal orang lain. Namun untuk sebuah hubungan yang sejati dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sampai kedua belah pihak terikat kuat satu dengan yang lain. Jangan berkecil hati bila saudara belum akrab dengan saudara seiman dalam gereja saudara. Yang terpenting adalah usaha Saudara untuk terus meningkatkan kualitas hubungan kita sebagai saudara seiman.
2. Motivasi untuk memberi
Dunia mengajarkan kita dalam membangun hubungan untuk mengambil, menerima, meminta dari orang lain. Sehingga ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita mudah pergi meninggalkan hubungan tersebut. Sementara kekristenan mengajarkan kita untuk memberi, memperhatikan, melengkapi apa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Itulah cara gereja mula-mula membangun hubungan
3. Spirit ( Semangat ) untuk melayani
Semua orang suka bila dilayani, tetapi sulit untuk melayani orang lain. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk melayani dan memberikan diriNya bagi manusia. Demikianlah kita sebagai orang percaya dalam membangun hubungan harus memiliki spirit melayani. Tidak peduli seberapa hebat dan terkenalnya diri kita, kita perlu belajar untuk melayani orang.
Jadilah
bagian yang baik dari sebuah tubuh Kristus, bersekutulah dalam doa, pujian dan
penyembahan, dan hendaklah saling bantu, saling mengingatkan dan saling
menasihati. Kita tidak akan kuat berjalan sendirian, teman kita pun demikian.
Mari kita bersatu dalam kasih, saling menguatkan dalam persekutuan-persekutuan
kita dimana Kristus bertahta di dalamnya.












Comments
Post a Comment