WARTA MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020


Dalam pergumulan pasti yang diinginkan oleh setiap kita  adalah TEROBOSAN. Kata ini dalam bahasa inggris menggunakan 2 kata yang disatukan yaitu  BREAK THROUGH BREAK arti sederhananya- memecahkan.  Terobosan terjadi karena ada pemecahan atau solusi dari masalah/ pergumulan. THROUGH arti sederhananya melewati/ melalui. 

Jadi, terobosan itu terjadi karena ada pemecahan/ solusi dari pergumulan seseorang sehingga dapat melewati yang digumulkan,  bahkan melalui hal yang tidak terduga, menuju kepada kemenangan.  Sebagai contoh, ada orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan menemukan “bakat” atau “kesempatan’ yang mereka tidak pernah pikirkan sebelumnya sehingga ekonominya bisa bangkit.

  Berhubungan dengan terobosan ini, sayangnya banyak yang masih tidak alami. Mengapa? karena ada satu aspek yang masih kurang diperhatikan yaitu KUASA KESEPAKATAN. Apakah ini betul? Lihat 3 peristiwa ini. Pertama, Pembangunan Menara Babel. Kalau Tuhan tidak intervensi melalui pengacauan bahasa, karena memang Tuhan tidak menyetujui yang mereka kerjakan, proyek ini pasti berhasil karena ada kuasa kesepakatan. (kejadian 11:5-6).

 Selanjutnya, Renovasi tembok Yerusalem bisa menggerakan ribuan orang dan selesai dalam 52 hari (Nehemiah 6:15) karena ada kesepakatan antara Nehemiah dan beberapa orang (Nehemiah 2:12-18). Terakhir, kisah Yonatan dan pembawa senjatanya. Ratusan pasukan Israel bersama dengan raja saul sudah menyerah dengan musuh mereka tentara Filistin, tetapi ada 2 orang- Yonatan dan pembawa senjatanya memutuskan membuat kesepakatan untuk tidak menyerah, melakukan perlawanan dan terjadilah kemenangan. (1 samuel14:6-15)

Kesepakatan artinya- bersetujuan. Kesepakatan terjadi karena ada orang yang bersetujuan dengan saudara. Dimana Tuhan menyediakan? Keluarga kita itu adalah komunitas yang paling dasar. 

Mari, bersepakat dengan keluarga dimana Tuhan tempatkan. Sedihnya ini masih sering tidak terjadi. Tapi jangan kecil hati, saudara seiman dalam gereja lokal adalah komunitas yang Tuhan sediakan untuk menemukan kesepakatan. Itulah sebabnya  Tuhan menyebut gereja/ jemaatNya sebagai keluarga Allah. Oleh karena itu bangunlah kebersamaan sebagai keluarga Allah dengan gereja lokal sehingga kita boleh mengalami kuasa kesepakatan.  (1 timotius 3:15 …, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah.)

Cara hidup keluarga Allah yang menghasilkan kuasa kesepakatan adalah: 

pertama, KEPEDULIAN NYATA. Ribuan orang mau terlibat dalam renovasi tembok Yerusalem karena Nehemiah membangun kepedulian nyata diantara mereka. Demikian juga hubungan Yonatan dan pembawa senjatanya diwarnai kepedulian. Kepedulian menyebabkan terjadinya sebuah ikatan hubungan yang akan membawa kepada kesepakatan.

Kedua, KEPEMILIKAN VISI. Menara babel berjalan pembangunannya karena semua orang mau menangkap/ memiliki visi sama. Demikan juga, Nehemiah dan beberapa orang memiliki visi yang sama- membangun kembali reruntuan tembok yerusalem; dalam bersepakat dengan keluarga rohani, tangkap visi bersama khususnya visi tuhan buat keluarga rohani kita yaitu gereja lokal.

Ketiga dan yang terakhir, KOMITMEN TOTAL. komitmen total  adalah komitmen yang disertai dengan pengorbanan yang sepadan. Apa maksudnya? Pengorbanan yang diberikan sesuai dengan segala kemampuan yang Tuhan sudah percayakan yang dibuktikan dalam 3 hal. 

Kerelaan memberikan WAKTU untuk membangun persekutuan satu dengan lainnya yang dicirikan dengan melakukan “saling”- membangun, memperhatikan, mendoakan dan sebagainya.

Kerelaan memberikan TENAGA yaitu potensi yang kita punya untuk saling membangun. Kita bukan sekedar melakukan sesuatu tetapi melakukannya dengan potensi yang Tuhan berikan untuk membangun saudara seiman kita. 

Dan, kerelaan berkorban UANG dengan menyalurkan berkat keuangan dari untuk ikut terlibat dalam apa yang Tuhan sedang kerjakan di kebersamaan gereja lokal.












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025