TUHAN
berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan
kepada mereka : Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN.
Ada 3 kalimat menarik yang akan kita bahas di sini :
1. Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN,
Allahmu, kudus.
Kekudusan yang Tuhan tegaskan di sini, bukanlah sebuah prestasi yang perlu dicapai, ataupun tingkatan iman seseorang, tetapi penekanannya pada posisioning atau penempatan diri yang tepat. Tuhan tegaskan bahwa Dia adalah kudus, karena itu , ketika kita tidak kudus, maka kita tidak berada di pihaknya Allah, kita tidak menerima berkat atau perlindungan atau pertolongan dari Allah. Lalu orang yang tidak kudus berada di posisi mana ? Ada 2 posisi
- Pertama berada di posisi iblis. Menyembah berhala, mengharapkan pertolongan, kesembuhan, kekayaan atau kesenangan yang diberikan oleh iblis dan sekutunya. Dengan kata lain, orang ini telah menjadi alat iblis, Bertindak sedikit curang, sedikit serakah, sedikit menipu, sudah biasa dan iblis kasih prestasi kecil. Semakin besar project kejahatan yang dilakukan, semakin besar prestasi yang diberikan iblis. ( besar atau kecil , ujungnya tetap maut. )
- Kedua, berada di “hutan belantara” , tempat ini berlaku hukum rimba, yang kuat menekan yang lemah, semua prestasi dicapai dengan kekuatan sendiri. Prestasi yang dicapai adalah kebanggaan untuk memuaskan kehidupannya. Dalam hal ini , Tuhan boleh tidak ada, atau hanya sebagai pendamping. Maka orang yang kurang mampu akan sangat tertindas dan binasa dalam kebodohannya, orang yang mampu akan berjaya, namun tetap binasa dalam nafsunya.
Kekudusan adalah syarat mutlak untuk kita berada di posisi yang tepat, jagalah itu dengan hati-hati, dan jangan lengah.
2. Demikianlah kamu harus berpegang pada
segala ketetapan-Ku dan…
Tuhan sangat mengasihi kita, karena itu Dia menjaga kita, menuntun kita agar tidak keluar dari posisi kita sebagai umat-Nya. Dia memberikan ketetapan dan peraturan secara terinci, ada guide line untuk kita ikuti dengan baik. Ketetapan dan peraturan itu mengandung 2 makna penting :
- Mengajar, setiap umat Tuhan harus belajar ketetapan Tuhan agar tahu kebenaran dan menghindari kesalahan. Salah satu fungsi peraturan adalah membatasi perilaku, yang juga berarti benteng untuk tidak jatuh dalam dosa. Tetapi akhir dari pembelajaran itu justru bukan lagi pembatasan perilaku, melainkan kesadaran untuk tidak berbuat dosa dan semakin mencintai Tuhan.
- Koreksi, Tuhan tahu kelemahan kita, kita dapat berbuat salah, karena itu Dia siapkan cara untuk koreksi. Setiap kesalahan pasti ada konsekuensinya, Tuhan ingin kita belajar bertanggung jawab atas kesalahan itu, ada harga yang harus dibayar. Semakin besar kesalahan itu, harga yang harus dibayarpun semakin mahal, dosa dan kesalahan itu harus ditebus sehingga umat Tuhan kembali layak di hadapan-Nya. Hari ini Yesus sudah menebus segala dosa manusia, apa yang perlu kita lakukan hanyalah datang kepada-Nya, mengakui dosa kita dan bertobat.
3. Akulah TUHAN.
Kalimat sederhana ini menunjukkan sebuah wibawa yang sangat
besar. Dia ingin kita mengerti
bahwa kita berada dalam kuasa
Tuhan yang dahsyat, yang dapat melindungi , menghukum, dan mengasihi. Mari
lebih rinci kita melihat , kapan Dia sebagai Tuhan yang melindungi ? Kapan
sebagai Tuhan yang menghukum ? Dan kapan pula sebagai Tuhan yang mengasihi ?
Ketika kita melanggar Firman Tuhan, apakah kita berpikir ini
kesalahan kecil, Tuhan bisa mengertilah , saat itu kita memposisikan Dia
sebagai Tuhan yang mengasihi dan melindungi. Padahal salah besar, justru dalam
Ima. 19 ini , setiap peraturan yang ditetapkan Tuhan, selalu diakhiri dengan
pernyataan Akulah TUHAN. Posisi Dia saat itu adalah Tuhan yang menetapkan dan
Tuhan yang menghukum.
Ketika kita sudah menyadari dosa dan menyesal, jangan lagi melihat Dia sebagai Tuhan yang menghukum, tetapi ketika kita datang minta ampun di hadapan-Nya, posisi Dia adalah Tuhan yang mengasihi.
Salah menempatkan
investasi, hidup kita rugi
Salah
menempatkan diri, hidup kita susah
Salah
menempatkan Tuhan, hidup kita palsu.









Comments
Post a Comment