WARTA MINGGU, 30 AGUSTUS 2020
Ada satu lagu sekolah minggu yang sangat pendek, mudah dihafal dan masih ingat sampai sekarang, judulnya “Baca Kitab Suci, Doa Tiap Hari”. Menurut syair lagu tersebut, resep pertumbuhan iman dan kerohanian kita adalah dengan membaca Firman Tuhan dan berdoa setiap hari.
Jadi sebenarnya tidaklah sulit untuk bertumbuh dalam Tuhan. Hanya mau apa tidak melakukannya. Maka, kita mesti menetapkan dalam hati dan membuat satu keputusan yang kuat - demi keuntungan diri kita sendiri, yaitu terus membaca Firman Tuhan dan berdoa setiap hari.
Penekanan kita terdapat dalam ayat 2, “..tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” à Orang yang seperti itu sangat menyukai dan menggemari Firman. Ia akan merenungkan & menginginkan Firman itu siang dan malam. Artinya seorang yang sangat menyukai & tidak dapat pisah dari ketergantungannya pada Firman Tuhan.
Kebiasaan orang yang “suka merenungkan Firman” merupakan antitesa (lawan)
dari sikap atau kebiasaan orang fasik yang disebut dalam ayat 1. Jalan hidup/gaya hidup orang benar ditandai dengan
kehidupan yang diwarnai dengan kesukaan untuk membaca dan merenungkan Taurat
Tuhan atau Firman Tuhan yang berujung pada kehidupan. Sementara, jalan hidup/gaya hidup orang fasik di jelaskan sebagai
sebuah kehidupan yang terus-menerus mengalami (kemerosotan rohani).
Resep Pertumbuhan Rohani:
1. Menyukai
Firman Tuhan.
Kata “menyukai” diterjemahkan dalam bhs Ing: “delight” yang salah satu artinya “kelezatan” dapat menggambarkan sebuah ekspresi “sangat menikmati.” Ketika seseorang sangat menyukai atau bahkan sampai menikmati sesuatu, hobby atau bisnis kuliner misalnya, maka perhatian, tenaga, pikiran dan bahkan pembicaraan kita tidak akan jauh dari hal tersebut.
2.
Merenungkan Firman Tuhan ?
Kata “merenungkan” diterjemahkan dalam bhs Ing: “meditate” yang artinya: “meditasi” atau “merenungkan dalam-dalam.” Dalam pengertian yang sederhana, saat seseorang sedang “merenungkan Firman Tuhan” pastikan tidak ada gangguan, atau jangan mau terganggu oleh apapun. Sediakan waktu yang terbaik dengan teratur untuk membaca dan merenungkan Firman, maka dia pasti bertumbuh dan menjadi dewasa rohani. Tidak mudah diganggu oleh apapun dan siapapun. Apalagi perkara yang tidak penting.
3.
Dampak bagi mereka yang suka merenungkan & melakukan
Firman:
Ø Akan menghasilkan buah pada musimnya. Di Alkitab terutama dalam Perjanjian Baru “buah” dapat berarti 2 hal, yaitu karakter kita (buah Roh) dan orang-orang yang dimenangkan karena kesaksian hidup kita (jiwa baru). Salah satu buah karakter tercatat dalam Galatia 5:22-23.
Ø Tidak layu daunnya. Hampir semua pohon atau tanaman punya yang namanya zat daun hijau yang memiliki klorofil, di mana proses fotosintesis yang dilakukan di sana. Klorofil pada tumbuhan hijau itulah yang menangkap sinar matahari lalu di ubah menjadi energy kimia yang terikat pada molekuk karbohidrat yang sangat penting bagi pertumbuhan sebuah tanaman. Orang yang suka menghayati mereka yang suka firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam akan mengalami transformasi hidup, melalui Roh Kudus dapat bekerja dengan optimal, sehingga pada saatnya ia akan berbuah.
Ø Apa saja yang diperbuatnya berhasil. Ini memberikan kepada kita pengertian bahwa keberhasilan akan menjadi miliknya ketika dia yang meletakkan kesukaannya membaca firman Tuhan dan merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam. Jadi jangan salah memahami kalimat ini: itu bukan keberhasilan /perbuatan berdasarkan kehendak kita, tetapi keberhasilan yang dikehendaki Tuhan bagi kita. Sebab, belum tentu keberhasilan yang didapat adalah keberhasilan dalam kehendak Tuhan.
PENUTUP:
Jika kita ingin bertumbuh rohani dengan baik, maka kita harus menyediakan diri secara sadar & sengaja untuk membaca, merenungkan & menyukai firman Tuhan. Waktu bertemu dengan Firman Tuhan, maka Firman itu menjadi kesukaan dan hal yang nikmat baginya (Yeremia 15:16).
Kesukaan kita pada Firman Tuhan akan menuntun dan memampukan kita tetap mampu bertahan bahkan tetap menjadi berkat serta tetap memuliakan Tuhan sekalipun ia sendiri berada dalam masa-masa yang sulit. Ada daya tahan rohani & ketekunan yang kuat dalam menghadapi guncangan kehidupan.
Segala sesuatu yang kita lakukan terasa menjadi beban saat kita tidak menyukainya.Segala sesuatu yang menurut kita tidak berharga, tidak akan kita anggap sebagai hal yang layak untuk diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
DEMIKIAN DENGAN SIKAP KITA TERHADAP FIRMAN TUHAN.
Kalau engkau menganggap Firman Tuhan sebagai sesuatu yang penting untuk pertumbuhan rohani di atas segalanya dalam hidupmu, maka engkau akan sangat-sangat rindu bahkan memperjuangkan untuk membaca & merenungkan serta melakukannya dalam hidupmu.












Comments
Post a Comment