WARTA MINGGU, 23 AGUSTUS 2020
“Karena bagika hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”
Filipi 1: 21
Pendahuluan
Kecintaan kita akan Firman Tuhan haruslah selaras dengan kehidupan kita di dalam menghidupi Firman Tuhan sehari hari. Membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah Langkah awal dari hidup yang mencintai Firman. Namun itu tidak berarti apa apa bila kita tidak menjadi pelaku Firman.
Tentunya dalam tekanan sistem dunia sekarang ini bukanlah hal yang mudah untuk menerapkan Firman Tuhan, apalagi dalam dunia kerja. Ada banyak terjadi tuntutan pekerjaan mengharuskan atau menempatkan kita pada situasi berbohong atau memalsukan data. Pertanyaannya masih bisakah kita sebagai orang Kristen bekerja dengan benar dan memberikan contoh yang seharusnya kepada dunia?
Jawaban dari masalah di atas
memang tidak mudah, namun dalam hidup kekristenan, hidup suci dan benar
bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Kita sebagai orang Kristen
haruslah berdiri teguh sebagai teladan untuk meluruskan prinsip-prinsip Alkitab
yang sudah banyak dilanggar, karena dalam bekerja kita bukan hanya bertanggung
jawab pada atasan saja, tetapi kita juga bertanggung jawab kepada Tuhan.
Apakah nilai Firman Tuhan yang
harus dihidupi dalam pekerjaan?
Kita
sebagai orang Kristen harus dapat melihat bahwa Alkitab mengandung nilai-nilai
etika yang tertinggi dalam kehidupan. Karena itulah kita harus selalu berpegang
kepada Firman Tuhan sebagai pedoman hidup kita dalam segala aspek, termasuk
dalam dunia pekerjaan. Sangat penting bagi kita untuk menggali prinsip-prinsip
bekerja dalam Alkitab.
1.
Takut akan Tuhan ( Amsal 1:7 )
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,
tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Kita akan
lebih takut terhadap perintah Tuhan daripada perintah pimpinan atau atasan
kita. Sehingga ketika pimpinan kita menghendaki kita untuk melakukan hal-hal
yang tidak jujur, kita dapat menolak permintaannya. Kita pasti juga tidak akan
melakukan hal—hal yang tidak jujur di dalam pekerjaan yang kita lakukan.
2.
Percaya akan pemeliharaan Tuhan
( Matius 6: 33-34 )
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari
besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Kita
seringkali takut akan kehilangan pekerjaan, tetapi selama kita tetap berpegang
teguh pada prinsip Alkitab, terus setia, dan percaya kepada Tuhan, maka Tuhan
telah berjanji untuk menjaga, memelihara, dan memberkati kita. Walaupun kita
kehilangan pekerjaan, pastilah itu adalah untuk kebaikan kita dan kita harus
percaya bahwa Tuhan pasti mencukupi segala sesuatunya. Tuhan akan memimpin
dalam masa-masa pergumulan kita mencari pekerjaan berikutnya, asalkan kita
setia dan taat pada perintah-Nya.
3.
Selalu berbahagia dan
bersukacita ( 1 Petrus 1: 6 )
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita
oleh berbagai-bagai pencobaan.
Kita harus
dapat melihat bahwa keselamatan yang kita miliki adalah jauh lebih berharga
daripada kesuksesan dan kekayaan duniawi. Karena itulah kita harus terus
berbahagia dan bersukacita dalam segala hal, walaupun saat kita sedang dalam
keadaan yang tidak menyenangkan. Jika hati bahagia dan tenang akan menghasilkan
hasil yang baik. Jika kita terus menerus berada di dalam keluh dan kesah, maka
kita tanpa sadar akan berada dalam stress dan akan membawa hasil yang kurang
baik.
4.
Bersedia untuk menderita,
bekerja sesuai peraturan, dan bekerja keras ( 2Timotius 2:3-7 )
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.Seorang
prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal
penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.Seorang
olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding
menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah
yang pertama menikmati hasil usahanya. Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan
akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
Seringkali
kita merasa dirugikan dalam pekerjaan. Hal ini membuat kita merasa menderita
dan tertekan dalam bekerja. Tetapi Firman Tuhan mengingatkan bahwa di dalam
kesengsaraan, penderitaan, dan pekerjaan—pekerjaan berat terkandung nilai
pengertian dan kebijaksanaan akan kehidupan di dalam dunia ini. Di saat manusia
menderita, di sanalah dia akan hidup lebih bergantung kepada Tuhan dan terus
mau dibentuk menjadi lebih sempurna.
5.
Tidak berkompromi ( Yakobus 4:4
)
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan
dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi
sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Hal ini
sungguh jelas, terutama di dalam pekerjaan kita tidak boleh melakukan
kecurangan—kecurangan untuk mencapai tujuan kita. Lebih baik kita kehilangan
pekerjaan kita dari pada kita melakukan hal—hal yang tidak sesuai dengan
kehendak Tuhan.
6.
Bekerja sesuai dengan talenta
yang diberikan Tuhan ( Matius 25: 26-28 )
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah
tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari
tempat di mana aku tidak menanam? . Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu
kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku
menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan
berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Memang kita membutuhkan uang untuk
hidup dan untuk mendapatkan uang kita harus bekerja, tetapi ini bukan berarti
kita bekerja untuk uang saja. Itulah sebabnya setiap kita memiliki talenta yang
unik dan talenta ini dapat membuat kita bekerja lebih efektif dan dapat menuai
hasil lebih banyak. Perlu diingat, hasil tuaian kita tidaklah selalu berupa
uang, uang hanyalah salah satu dari hasil yang kita tuai. Selain uang kita bisa
menuai pengalaman, hikmat, pengetahuan, kesempatan, hubungan dan hal lainnya.
Marilah kita sebagai orang Kristen hidup dengan tidak menuruti standar dunia, melainkan hidup dengan menggunakan standar kekekalan sorgawi dengan cara melakukan segala sesuatu menurut prinsip Alkitab. Kita harus hidup dengan bergantung kepada Tuhan dan memberikan contoh dan teladan bagi orang-orang di sekitar kita.







Comments
Post a Comment