WARTA MINGGU, 28 JUNI 2020

Dalam Lukas pasal 12: 1-12 sebelum Yesus mengajar kepada orang banyak, terlebih dahulu Ia mengajar murid-muridNya. Yesus mengajar para murid-Nya, supaya mereka berani bersaksi dan mengakui Yesus di hadapan banyak orang. 

Memberikan kesaksian tentang Yesus kepada orang banyak dibutuhkan keberanian dan hikmat, apalagi bila kita tinggal di lingkungan yang tidak mengenal Yesus. Dalam  misi-Nya menyelamatkan manusia Yesus memerlukan manusia untuk ikut terlibat dalam misi-Nya. 

Setiap murid Kristus harus berani menjadi saksi-Nya dengan mengusahakan hidup baik dan benar dalam kesehariannya. Sikap dan perbuatan orang percaya menjadi kesaksian yang hidup bagi mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus.
Apa yang dapat kita pelajari sebagai saksi Kristus :
1.    Hidup dalam terang/ jujur/ tulus ( ay 1b – 3 )
Yesus ingin kita tidak munafik, menjadi apa adanya. Tidak menyembunyikan sesuatu yang dapat melemahkan kesaksian kita. Perkataan dan sikap kita hendaklah didasari ketulusan. Kebaikan kita juga harus didasari dengan tulus bukan karena kepentingan atau mencari untung bagi diri sendiri

2.    Takut kepada Allah lebih utama dibandingkan dengan takut kepada manusia ( ay 5 – 10 )
Jika kita memiliki rasa takut akan Tuhan lebih besar dari pada takut kepada manusia, maka kita akan siap menerima segala konsekuensi dari kesaksian yang kita sampaikan. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu dalam hidup kita ada di dalam kontrol Allah, termasuk hidup dan mati kita.

3.    Roh Kudus menyertai dan menuntun perkataan kita ( aya 11 – 12 )
Jangan takut kekurangan hikmat, karena Roh Kudus sendiri yang akan menaruh perkataanNya di dalam mulut kita. Allah mengetahui segala yang tersembunyi, jadi hanya Tuhan yang mampu menyingkapkannya. Tidak perlu menjadi minder, namun tidak perlu juga menjadi ‘sok tahu’. Katakan saja apa yang Roh Kudus katakan yang ditaruh di dalam hati kita, jangan mengada – ngada.

Tentunya ini tidak bisa lepas dari relasi kita dengan Allah. Apabila relasi kita dengan Allah cukup kuat, maka kita pun akan mendapat keberanian dan dimampukan untuk menyampaikan kasih Tuhan pada setiap orang. Relasi dengan Allah merupakan dasar bagi setiap orang untuk melangkah dalam bersaksi. 

Hidup di dalam tuntunan Roh Kudus akan menolong kita mengerti apa yang harus kita katakan kepada orang lain saat bersaksi. Yesus sendiri dalam Roh Kudus yang akan berbicara kepada dunia tentang keselamatan itu sendiri. Roh Kudus itulah yang akan menolong kita mengatasi berbagai macam kesulitan dan tantangan dalam bersaksi. Roh Kudus yang tidak kelihatan sampai sekarang terus bekerja dengan cara yang dahsyat dan luar biasa dalam diri orang-orang beriman.

Saudara terkasih, mengikuti Yesus adalah sesuatu yang selalu benar, tetapi tidak selalu mudah. Begitu juga menjadi saksi Kristus adalah hal benar yang harus kita lakukan tetapi tidak selalu mudah. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus kita mampu melakukannya.


















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025