WARTA MINGGU, 3 MEI 2020



Pada kesempatan ini saya akan berbicara tentang  satu hal yang saudara tidak suka… yaitu : “penderitaan”.

Tidak ada orang yang menyukai penderitaan.   Namun tidak ada orang yang terbebas sama sekali dari penderitaan. Selama kita hidup di dunia setiap orang pasti menghadapi apa yang namanya pergumulan atau penderitaan.

Nah saya ingin mengajak saudara untuk belajar dari 1 tokoh di alkitab yang hidupnya mengalami banyak sekali penderitaan, tapi dia memiliki cara pandang yang mengagumkan terhadap penderitaan. Siapakah dia?  Dia adalah Rasul Paulus.

Di dalam perikop di atas,  kita bisa mengetahui bahwa Paulus percaya di dalam setiap penderitaan yang ia alami, Allah memiliki tujuan di dalam nya ! 
Ok kita akan mulai..  Apa Tujuan Allah mengijinkan penderitaan?  yang pertama adalah :

#1. Penderitaan menghasilkan KEMAMPUAN untuk menghibur orang lain  (ay.4)
2 Kor 1: 4  (Allah-lah) yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 

Paulus tidak pernah mengeluh dengan penderitaannya, karena ia tahu pengalaman penderitaannya itu akan memberikan dia kemampuan untuk menghibur org lain yang berada di dalam bermacam-macam penderitaan.  Paulus melihat penderitaannya itu sebagai aset utk menolong org lain.
Orang-orang   yang sudah melewati penderitaan atau pergumulan tertentu, misalnya orang yang pernah mengidap cancer, adalah orang-orang yang paling mampu untuk memberikan penghiburan kepada orang-orang lain yang mengalami pergumulan yang sama. 
Rick Warren mengatakan : Don’t waste your pain. Use it to help others.  Jangan sia-siakan penderitaanmu. Gunakan untuk menolong orang lain.

#2. Sebagai kesempatan untuk mengalami PENGHIBURAN  (ay.5)
Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 2 Kor 1:5

Di sini bagi Paulus  kesengsaraan adalah kesempatan untuk mengalami sukacita penghiburan  atau kelepasan atau kekuatan dari Allah.  Semakin besar kesengsaaan, semakin besar penghiburan yang ia terima.

Dengan kata lain, tanpa penderitaan-penderitaan tersebut, maka Paulus tidak pernah bisa mengalami apa itu yang namanya penghiburan atau sukacita kelepasan dari Allah.  
There is no victory without a battle.  Tidak ada kemenangan tanpa pertempuran. 

Penderitaan itu seperti battle, yang memang pada waktu menjalaninya sangat berat, tapi battle tersebut akan mengantarkan kita pada sukacita victory.

#3. Supaya bergantung kepada Allah (ay.9)
.. Tetapi hal itu terjadi, (maksudnya penderitaan2 berat itu terjadi)  supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.  2 Kor 1 :9
Paulus mengucap syukur di dalam setiap penderitaannya. Karena dengan adanya penderitaan, ia menjadi tetap rendah hati, dan selalu bergantung kepada Allah.
Apabila manusia selalu berhasil, tidak pernah sakit, tidak pernah kalah, maka kecenderungannya dia akan menjadi tinggi hati dan merasa tidak perlu lagi mengandalkan Tuhan.

#4. Supaya membangkitkan kesatuan umat Tuhan dalam doa dan kasih (ay. 11)
[TSI] Pertolongan itu terjadi (maksudnya pertolongan terhadap bahaya-bahaya yang mengancam nyawa Paulus) karena kalian masing-masing terus menopang kami di dalam doa-doamu. Dan Allah akan terus menolong kami sebagai jawaban atas doa dari banyak orang, sehingga banyak orang akan bersyukur kepada-Nya.   2 Kor 1 : 11


Karena tantangan yang sangat berat di dalam pelayanan Paulus, maka hal ini telah membangkitkan kesatuan di dalam doa dan kasih di antara seluruh saudara-saudara seiman di semua jemaat.  Jadi penderitaan memang tidak menyenangkan, tapi ada hal baik, yaitu membuat orang merendahkan diri dan mencari wajah Tuhan.

Contoh yang paling relevan adalah kasus Covid saat ini. Di satu pihak Covid membuat susah semua orang di dunia ini. Namun di pihak lain, Covid ini mempersatukan semua umat manusia di dunia ini dalam saling mendoakan, dan berbagi kasih.  

Jadi jangan mengeluh atau patah semangat karena penderitaan, karena dalam setiap penderitaan, Allah memiliki tujuan. 














Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025