WARTA MINGGU, 10 MEI 2020
Tetapi kamu akan menerima
kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di
Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kisah Para Rasul 1:8
Kalau
saudara aktif di media sosial, salah satu hal yang saudara pasti banyak
mendapatkan di hari-hari ini adalah video-video kesaksian. Video yang cukup
sering pastinya adalah tentang orang yang mengalami kesembuhan dari virus covid
19. Tetapi ada juga kesaksian kreativitas, seperti yang saya dapat, yaitu tentang
anak-anak muda yang berkreativitas membuat “faceshield” untuk APD yang
disumbangkan kepada petugas kesehatan di puskesmas. Atau, saya juga mendapat
kesaksian seorang kakek yang sudah menyelesaikan pembacaan Alkitab sebanyak 95x
dan banyak lagi yang bisa ditambahkan.
Cerita
kesaksian selalu menjadi cerita yang menyenangkan, menyemangati dan pasti
memberkati orang yang mendengarkan dan juga yang menceritakan. Renungan Firman Tuhan
ini mau mengingatkan atau memberitahukan (mengingatkan yang sudah tau dan
memberitahukan yang belum tau) bahwa kita sudah diberi kemampuan bersaksi. Ini
bisa kita temukan dalam ayat pembacaan kita diatas. Dan yang tidak kalah
penting, kesaksian itu salah satu kebiasaan baik yang akan membuat kita
bertumbuh dalam iman.
Ada dua hal yang kita perlu pelajari, yang pasti juga ditanya banyak orang, supaya
kita suka bersaksi yaitu -apa yang kita saksikan dan bagaimana kita bersaksi.
APA YANG KITA SAKSIKAN? Jawabannya adalah KASIH TUHAN. Tidak ada lagi yang
terbaik dan terpenting untuk kita saksikan kecuali menyaksikan kasihNya karena
firman Tuhan mengatakan setiap orang mengenal dan percaya kepada Allah, akan
mengerti bahwa Allah adalah Kasih. (1 Yohanes 4:16) dan ini kasih yang penting
dibagikan karena ini kasih yang tidak
berkesudahan atau kekal. (I Korintus 13:8)
Sekarang, apa saja yang kita bisa
saksikan dari kasih Tuhan? Jawabannya sangat banyak sekali, namun minimal ada 3
hal yang banyak kita sudah alami.
Yang pertama, Kasih TUHAN memampukan berbuat baik. Tuhan
mengingatkan bahwa kasih yang tidak pura-pura akan menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik. (Roma
12:9)
Dan, luar biasanya kasih Tuhan Yesus mengajarkan
sesuatu yang dahsyat tentang berbuat baik yaitu berbuat baik kepada semua orang
(Galatia 6:10) bahkan musuh kita. (Roma 12:20-21)
Kedua
Kasih TUHAN memampukan berkata-kata penuh kasih (Kolose 4:6). Orang
yang belajar berkata-kata dengan penuh kasih akan menemukan bahwa perkataannya
itu menjadi jawaban buat orang lain
namun, seringkali, juga menjadi jawaban buat pergumulan kita secara pribadi. Itulah sebabnya mari kita
latih jangan cepat berkata saudara, kita mengambil waktu merenungkan kata-kata
yang kita ucapkan sehingga bila itu tepat dikatakan akan menjadi perkataan yang
luarbiasa memberkati. (Amsal 15: 23b alangkah baiknya perkataan yang
tepat pada waktunya!)
Ketiga,
Kasih TUHAN menyelamatkan dan mengubahkan.
Bukan kebetulan kita memasuki kitab 1
timotius dalam pembacaan alkitab kita bersama. Di pasal 1 ayat 13-15 , Paulus
menyaksikan bagaimana tuhan
menyelamatkan dan mengubahkan dia. Banyak yang terjebak dalam pikiran yang
salah dalam menceritakan bagaimana kasih Tuhan menyelamatkan dan mengubahkan.
Mereka berpikir tidak bisa cerita dulu walaupun Tuhan sudah menyelamatkan dan
mengubahkan, karena masih banyak
kekurangan. Ingatlah! Tuhan menyuruh kita menyaksikan perubahan yang kita alami
bukan yang belum. Dan menyaksikannya bukan karena kita sudah sempurna, karena
kesempurnaan hanya waktu kita Kembali bertemu dengan Yesus.
Sekarang, BAGAIMANA KITA
BERSAKSI? Karena Kasih TUHAN memampukan berbuat baik, berkata-kata penuh kasih, serta menyelamatkan
dan mengubahkan, maka kita bersaksi dengan perbuatan baik, berkata-kata penuh kasih, dan menceritakan bagaimana
Tuhan Yesus menyelamatkan dan mengubahkan hidupmu. Ingat
saksi itu adalah orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa/
kejadian. Saudara sudah melihat Tuhan sudah mampukan mari sekarang bagikan.
AYO
SUKA BERSAKSI!






Comments
Post a Comment