WARTA MINGGU, 5 APRIL 2020


Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Kisah Para Rasul  18:27

            Selasa kemarin, sementara merenung apa yang Tuhan mau saya bagikan buat kotbah minggu ini, saya tiba-tiba diingatkan kembali tentang Apolos yang ada di pembacaan alkitab bersama kita beberapa hari-hari sebelumnya. Setelah doa dan baca firman pribadi, ketika saya membuka chat wa ada seorang teman  membagikan kata-kata mutiara sebagai berikut- THE WORLD IS MOURNING, THE LAST ROLE THAT YOU WANT TO PLAY IS TO BE A BUSY SPECTATOR.-Dunia sedang berduka, hal terakhir yang saudara mau lakukan adalah sibuk menjadi penonton. Kata-kata Mutiara meneguhkan bahwa pentingnya meneladani Apolos di saat seperti ini. Bagaimana kita bisa menjadi sangat berguna? Ada empat hal

     Pertama, Menjadi pembawa doa. Ini hal pertama yang tepat dilakukan saat ini. Mengapa? Kita berdoa karena membutuhkan pertolongan Tuhan dan alasan utama kita membutuhkan pertolongan Tuhan adalah adanya hal yang di luar kemampuan atau kendali  kita. Mari doakan para petugas medis yang harus mengobati, pemerintah yang harus membuat kebijakan dan sebagainya. Doakan juga orang yang karena korona terdampak ekonominya .(I Timotius  2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang) .Mari kita ingat janji Tuhan untuk doa- Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
 
    Kedua, Menjadi pembawa damai. Saudara Tuhan sangat menginginkan kita terus dipenuhi dengan damai sehingga dalam 13 kitab yang ditulis Paulus yaitu ROMA- FILEMON kita akan berulang-ulang melihat perkataan ini- Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Manusia memerlukan damai, sayangnya banyak orang tidak mencariNya dalam Tuhan, mereka mencari di kekayaan, kepintaran dan kedudukan namun tidak menemukan atau ada yang mencarinya dari hiburan bahkan dari obat-obatan terlarang atau minuman keras. Temukanlah di Yesus. Dan Yesus mau kita menjadi alat-Nya menyalurkan itu dengan perkataan dan perbuatan kita.

     Ketiga, Menjadi pembawa kepedulian. Tuhan memerintahkan, “selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6:10) sebuah syair lagu mengatakan “hidup ini adalah kesempatan”, jadi kalau saudara masih diberi kehidupan di dunia hari ini berarti saudara diberikan kesempatan untuk berbuat baik kepada semua orang. Jangan lupa walaupun diperintahkan untuk mengutamakan saudara seiman, tetap melakukannya untuk semua orang. Ini sekaligus cara kita menjadi saksi dan membawa damai.

     Keempat, Menjadi pembawa terobosan. Salah satu janji Tuhan, “barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. (Yohanes 14:12). Semua yang Tuhan lakukan adalah terobosan - sakit disembuhkan, terikat kuasa kegelapan dilepaskan dan memberi makan kepada ribuan orang dengan 5 roti dan 2 ikan dan masih banyak sisanya. Wow! Tuhan mau memampukan kita melakukan hal seperti ini atau terobosan lainnya dalam kehidupan. ada hal yang saudara akan kerjakan yang tidak terpikir oleh saudara sebelumnya sehingga terjadi terobosan. Atau sementara harus banyak di rumah, menemukan bakat tersembunyi atau ide kreatif yang memaksimalkan hidup dan berdampak bagi orang lain.

Mari meneladani Apolos dengan menjadi sangat berguna!















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025