WARTA MINGGU, 19 APRIL 2020
Kolose
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak
bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu
dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit,
Kita, entah disadari atau tidak, selalu
membutuhkan pertolongan Tuhan. Syukur , Tuhan Yesus yang kita sembah adalah
Tuhan yang memang mengasihi dan mau meyertai kita. Bukan kebetulan Ia
memerintahkan Rasul Paulus, yang Ia percayakan menulis 13 kitab yaitu kitab Roma- Filemon,
menuliskan janji ini- Kasih
karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus
menyertai saudara.
Kasih
karunia adalah kemampuan yang berasal dari Tuhan. Apapun yang harus kita
hadapi, Tuhan selalu memampukan kita untuk menghadapinya termasuk situasi
pandemic ini dengan segala dampak buruknya. Tuhan menyempurnakan janji
penyertaan kasih karunia dengan penyertaan damai sejahtera. Damai sejahtera
secara sederhana berarti ketenangan dari Tuhan, khususnya ketika sesuatu
terjadi tidak seperti yang kita harapkan dan bahkan “kelihatan” Tuhan tidak bertindak.
Kita tetap punya ketenangan bahwa Ia pasti bertindak mendatangkan kebaikanNya
dan pada waktuNya.
Kasih karunia dan damai sejahtera
Tuhan pasti mau menyertai kita, namun bagaimana kita mengalami janji ini ada
yang menjadi bagian kita. Apakah bagian
kita? ayat pengantar firman mengatakan kita harus teguh dalam iman sehingga tidak
bisa digeser atau dijauhkan dari pengharapan yang Tuhan berikan termasuk
pengharapan mengalami janji Tuhan. Dan bagaimana agar kita teguh dalam iman?
Kita harus bertekun dalam iman.
Salah satu cara bisa tekun dalam
iman kita perlu tekun dalam persekutuan. Paulus meneguhkan dengan menceritakan
bahwa ia tekun dan kuat dalam iman karena ia mempunyai persekutuan dengan puluhan
orang yang berdampak dalam hidupnya. Orangorang ini Tuhan perintahkan ia catat di pasal terakhir
kita roma.Bagaimana kita menekuni persekutuan agar tekun dalam iman?
Pertama, Memulai dari lingkaran terdekat. Ada
orang yang Tuhan berikan menjadi dekat atau menjadi sahabat kita.(amsal 18:24) dan
menjadi orang yang menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang
saudara dalam kesukaran.( Amsal 17:17). Mulai menekuni persekutuan dengan mereka.
Ingat, Berkat Bukan Hanya Tentang Materi , Sahabat
Yang Baik Juga Berkat Dari Tuhan.
Namun, sekalipun ada sahabat bisa lebih dari saudara, keluarga harus menjadi lingkaran
dekat. Kalau keluarga saudara belum percaya doakan dan minta janji ini digenapi-Kisah
16:31, "…Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,
engkau dan seisi rumahmu."
Kedua,
Mengusahakan sering bersekutu. Saat ini kita tidak bisa berkumpul
langsung bersama, tetapi Tuhan sudah sediakan banyak sarana teknologi seperti
skype, Zoom, google meet dan sebagainya untuk bisa berkumpul. Jadi, walaupun
tidak bisa berkumpul di Gedung gereja kita tetap bisa mengusahakan bersekutu
dengan berbagai kecanggihan teknologi. Tuhan jelas memerintahkan bahwa kita
harus mengusahakan- Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti
dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan
semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Pastikan persekutuan
yang saudara usahakan benar bukan sekedar sudah kumpul dan bicara biasa atau
sekedar becandaan saja. Pembicaraannya harus ditunjukkan seperti yang
dicantumkan 2 ayat berikut- …mengejar yang mendatangkan damai sejahtera dan
yang berguna untuk saling membangun (Roma
14:19). Saling menasihati, menegor, menghibur, membela dan , sabarlah
terhadap semua orang. (I Tesalonika
5:14)
Ketiga, Mempraktekkan bertolongan
menanggung beban. Persekutuan harus dibangun dengan kesediaan- Bertolong-tolonganlah
menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.- Galatia 6:2. Contoh jemaat
makedonia- sekalipun mereka juga lagi alami berbagai penderitaan dan miskin
tetapi tetap mau ikut berpartisipasi menolong jemaat lain yang sedang
membutuhkan (2 korintus 8:1-4) -








Comments
Post a Comment