WARTA MINGGU, 8 MARET 2020


Minggu ini Jakarta dihebohkan oleh kasus virus corona yang sebenarnya sudah terjadi di China sejak pertengahan January. Seluruh China siaga penuh, semua orang wajib pakai masker dan dilarang keluar rumah, kalau ada orang yang pindah kota, maka harus mengisolasi diri selama 14 hari. Semua upaya dilakukan untuk mencegah menyebarnya penularan virus.

Penularan virus terjadi begitu cepat, karena manusia hidup berkomunitas, bersekutu dalam berbagai macam kelompok. Maka cara paling cepat untuk mencegah penularan pun diambil, yaitu memutus mata rantai penyebaran dengan membekukan semua jenis komunitas , dan mengembalikan manusia pada komunitas dasarnya, yaitu keluarga , diam di rumah masing-masing.

Timbul beberapa cerita menarik. Demo besar2an di Hongkong bubar dengan sendirinya. Lelaki hidung belang berubah menjadi suami yang setia dan menemani istri 24 jam. Ada lagi pasangan yang sudah bercerai menjadi rujuk kembali karena virus memaksa mereka kembali hidup bersama dalam satu rumah.

Bersekutu adalah kebutuhan manusia dalam hidup bersosialisasi, tetapi persekutuan yang salah akan menghancurkan hidup seseorang, sebaliknya persekutuan yang baik akan mendatangkan banyak berkat.

Melalui kisah Zakheus, kita mau belajar untuk memilih dan mengadakan persekutuan yang benar, sehingga hidup kita akan lebih bercahaya. Ada 3 karakter yang nyata dalam sebuah persekutuan yang baik, yaitu :

1. RINDU AKAN KEBENARAN.
Luk.19:3-4 : Zakheus berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Zakheus sudah mendengar cerita tentang Yesus, dia tahu Yesus melakukan banyak mujizat, Yesus mengajarkan kebenaran hidup, dia kagum dan ingin melihat bahkan berkenalan dengan Yesus. Meskipun dia juga tahu kalau dia adalah orang berdosa, dan fisiknya yang pendek juga sulit untuk mendekati Yesus karena orang banyak. Tetapi karena kerinduannya yang begitu besar, maka dia berusaha sungguh2 dengan berlari mendahului rombongan Yesus( padahal kakinya pendek) , dan memanjat keatas pohon( dia tidak malu padahal dia orang kaya). 

Saudara-saudara kekasih, datanglah ke sebuah komunitas dengan hati yang selalu rindu akan kebenaran, maka kesibukan dan jalan macet bukan lagi halangan. Dan yang pasti kita datang ke sebuah komunitas yang tepat.

2. MENDATANGKAN HADIRAT TUHAN.
Luk.19:5-6 : Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata :”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu”. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Mari saudara2 kekasih, kita sebagai murid Kristus, harus mengambil tanggung jawab untuk menghadirkan Tuhan dalam setiap persekutuan, maka ‘zakheus-zakheus zaman now’ akan bersukacita, akan dilawat Tuhan, dan akan ada pertobatan. Hari ini Tuhan berikan tugas sekaligus kehormatan bagi kita untuk menghadirkan sebuah persekutuan yang ada Tuhan di dalamnya, jangan tolak dan jangan tunda lagi.

3. MELAKUKAN TINDAKAN PERTOBATAN.
            Luk.19:8 : Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan:”Tuhan, setengah dari mlikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Zakheus memiliki hati yang lembut, dia langsung respon ketika mendapat lawatan Tuhan, dia juga sekaligus memiliki hati yang teguh, dia mengambil keputusan bertobat, bahkan dinyatakan lewat komitmen pertobatannya.

Sering kali kita mendapat lawatan Tuhan, apakah kita masih memiliki hati yang cukup lembut untuk menyadari kesalahan kita ? dan memiliki hati yang teguh untuk memperbaiki kesalahan itu ? Kalau kita tidak sia-siakan lawatan Tuhan, Maka sama seperti Zakheus telah terima berkat keselamatan, kita juga akan terima bagian yang sudah disediakan Tuhan bagi kita.

Mari teman-teman, penuhi panggilan kita untuk rajin bersekutu dan menjadi berkat.











 GOD BLESS AND SEE YOU NEXT WEEK

Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025