WARTA MINGGU, 22 MARET 2020
Ibadah online, klik link sbb:
https://www.youtube.com/channel/UC3LTSsZlGFEVAhsYCs4QJHQ
JAM MENARA DOA:
PAGI: 07.00-09.00
SORE: 15.00 - 17.00
Tidak ada di antara murid-murid
itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka
tahu, bahwa Ia adalah Tuhan
Yohanes 21 :12b
Pernahkah
saudara mengalami masa-masa sulit dalam hidup saudara ? Tentu saja semua orang
pernah mengalami masa masa sulit atau persoaan yang berat. Seperti saat ini
bangsa ini bahkan dunia sedang mengalami persoalan yang serius dengan mewabahnya
COVID-19. Masalah yang berat yang kita alami seringkali membuat patah semangat, putus asa, panik, stress, bahkan
hilang akal. Kondisi itu seringkali membuat kita mengambil keputusan-keputusan
yang salah dalam hidup kita. Demikian juga Petrus dan murid-murid yang lain
pernah mengalaminya. Setelah ditinggalkan Yesus ( kematian Yesus ) Petrus dan
teman-temannya merasa sedih, putus asa, tanpa harapan dan tidak tahu apa yang
harus mereka lakukan, sehingga mereka memutuskan untuk kembali kepekerjaan
mereka sebelumnya, menjadi nelayan.
Begitu pula dengan kehidupan kita, seringkali
karena persoalan yang tak terselesaikan membuat kita merasa Tuhan begitu jauh,
kita merasa Dia meninggalkan kita. Dan akhirnya kita kembali lagi pada
kehidupan kita yang lama. Kita berpikir mungin kehidupan lama kita bisa memberi
jawaban. Namun apakah persoalannya selesai? Petrus menemukan persoalan baru
yaitu semalam-malaman tidak mendapatkan ikan. Persoalan yang sebenarnya dulu
pernah ia alami ketika Yesus memberi panggilan kepadanya untuk menjadi penjala
manusia. Kisah ini diakhiri dengan Yesus kembali membuat mujizat, membuat
mereka terpesona, terkagum kagum. Apakah hanya itu yang Yesus ingin sampaikan ?
Ingatlah Roma 8: 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan
rencana Allah.
1.
Peristiwa ini mengingatkan kembali
panggilan Petrus
Yesus ingin membawa Petrus kembali pada peristiwa
dimana pertama kali Yesus menemukan dirinya, dan memberikan ajakan untuk menjadi
penjala jiwa. Peristiwa itu membuat Petrus kembali kepada tujuannya semula.
Persoalan kadang merupakan cara Allah untuk memanggil kita kembali kepada Dia.
Persoalan membawa kita kembali kepada panggilan yang telah Allah tetapkan,
supaya kita tetap berada dalam rencanaNya.
2.
Peristiwa ini mengingatkan Petrus bahwa
Allah adalah setia
Sementara mereka ada
dalam perasaan sedih ditinggal, tidak dipedulikan, Yesus datang kepada mereka
untuk meneguhkan bahwa Dia adalah setia. Yesus tidak pernah meninggalkan
murid-muridNya. Secara fisik mungkin mereka tidak bisa bersama Yesus selamanya,
tapi secara roh Yesus ada bersama-sama mereka. Dia mengirimkan Roh Kudus
sebagai pribadi yang akan menyertai pelayanan murid-muridNya. Roh Kudus
memberikan keberanian, karunia dan kesanggupan untuk mereka menjadi penjala
jiwa. Demikianlah persoalan mengingatkan kita kembali tentang kasih setia Tuhan
dalam hidup kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita, tetapi Roh Kudus
diberikan kepada kita untuk mengajar, memimpin dan memberikan karunia supaya
kita dapat menjadi alatNya.
3. Peristiwa ini membawa Petrus kembali kepada cinta mula-mula
Kita melihat bagaimana respon Petrus ketika tahu bahwa yang dilihatnya
adalah Tuhan. Hatinya kembali bergairah menyambut Yesus, tidak ada lagi yang
dapat menghalanginya untuk datang kepada Yesus secepatnya. Kita melihat
diperikop berikutnya bagaimana dengan menangis Petrus menjawab tentang kasihnya
kepada Yesus. Tuhan menggunakan persoalan untuk menarik perhatian kita kembali
padaNya. Menumbuhkan cinta mula-mula kembali di dalam diri kita yang mungkin telah
padam.
4.
Peristiwa ini menunjukan bahwa Yesus tidak
berubah
Pengalaman Petrus meneguhkan kita bahwa Yesus
tidak berubah. Jika dulu Dia pernah membuat mujizat dalam hidup kita, saat ini
Dia juga masih membuat mujizat. Tidak ada yang mustahil bagi Dia.
Allah selalu punya rencana lewat situasi-situasi yang sulit yang diijinkan
terjadi dalam hidup kita. Situasi sulit yang dihadapi Petrus membuat ia
mengalami Encounter (perjumpaan) dengan Tuhan. Persoalan itu telah membuat
Simon Petrus melihat Yesus kembali sebagai ”Tuhan” bukan hanya sekedar ”Guru”.
Mari saat ini kita memiliki cara pandang yang di ubahkan, dengan melihat
persoalan sebagai kesempatan untuk kita melihat kemuliaan Allah. Tuhan Yesus
memberkati.
Ibadah online, klik link sbb:
https://www.youtube.com/channel/UC3LTSsZlGFEVAhsYCs4QJHQ
JAM MENARA DOA:
PAGI: 07.00-09.00
SORE: 15.00 - 17.00








Comments
Post a Comment