WARTA MINGGU, 22 MARET 2020






Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan
Yohanes 21 :12b

Pernahkah saudara mengalami masa-masa sulit dalam hidup saudara ? Tentu saja semua orang pernah mengalami masa masa sulit atau persoaan yang berat. Seperti saat ini bangsa ini bahkan dunia sedang mengalami persoalan yang serius dengan mewabahnya COVID-19. Masalah yang berat yang kita alami seringkali membuat patah semangat, putus asa, panik, stress, bahkan hilang akal. Kondisi itu seringkali membuat kita mengambil keputusan-keputusan yang salah dalam hidup kita. Demikian juga Petrus dan murid-murid yang lain pernah mengalaminya. Setelah ditinggalkan Yesus ( kematian Yesus ) Petrus dan teman-temannya merasa sedih, putus asa, tanpa harapan dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, sehingga mereka memutuskan untuk kembali kepekerjaan mereka sebelumnya, menjadi nelayan. 

Begitu pula dengan kehidupan kita, seringkali karena persoalan yang tak terselesaikan membuat kita merasa Tuhan begitu jauh, kita merasa Dia meninggalkan kita. Dan akhirnya kita kembali lagi pada kehidupan kita yang lama. Kita berpikir mungin kehidupan lama kita bisa memberi jawaban. Namun apakah persoalannya selesai? Petrus menemukan persoalan baru yaitu semalam-malaman tidak mendapatkan ikan. Persoalan yang sebenarnya dulu pernah ia alami ketika Yesus memberi panggilan kepadanya untuk menjadi penjala manusia. Kisah ini diakhiri dengan Yesus kembali membuat mujizat, membuat mereka terpesona, terkagum kagum. Apakah hanya itu yang Yesus ingin sampaikan ? Ingatlah Roma 8: 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

1.      Peristiwa ini mengingatkan kembali panggilan Petrus
Yesus ingin membawa Petrus kembali pada peristiwa dimana pertama kali Yesus menemukan dirinya, dan memberikan ajakan untuk menjadi penjala jiwa. Peristiwa itu membuat Petrus kembali kepada tujuannya semula. Persoalan kadang merupakan cara Allah untuk memanggil kita kembali kepada Dia. Persoalan membawa kita kembali kepada panggilan yang telah Allah tetapkan, supaya kita tetap berada dalam rencanaNya.

2.      Peristiwa ini mengingatkan Petrus bahwa Allah adalah setia
Sementara mereka ada dalam perasaan sedih ditinggal, tidak dipedulikan, Yesus datang kepada mereka untuk meneguhkan bahwa Dia adalah setia. Yesus tidak pernah meninggalkan murid-muridNya. Secara fisik mungkin mereka tidak bisa bersama Yesus selamanya, tapi secara roh Yesus ada bersama-sama mereka. Dia mengirimkan Roh Kudus sebagai pribadi yang akan menyertai pelayanan murid-muridNya. Roh Kudus memberikan keberanian, karunia dan kesanggupan untuk mereka menjadi penjala jiwa. Demikianlah persoalan mengingatkan kita kembali tentang kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita, tetapi Roh Kudus diberikan kepada kita untuk mengajar, memimpin dan memberikan karunia supaya kita dapat menjadi alatNya.

3.      Peristiwa ini membawa Petrus kembali kepada cinta mula-mula
Kita melihat bagaimana respon Petrus ketika tahu bahwa yang dilihatnya adalah Tuhan. Hatinya kembali bergairah menyambut Yesus, tidak ada lagi yang dapat menghalanginya untuk datang kepada Yesus secepatnya. Kita melihat diperikop berikutnya bagaimana dengan menangis Petrus menjawab tentang kasihnya kepada Yesus. Tuhan menggunakan persoalan untuk menarik perhatian kita kembali padaNya. Menumbuhkan cinta mula-mula kembali di dalam diri kita yang mungkin telah padam.

4.      Peristiwa ini menunjukan bahwa Yesus tidak berubah
Pengalaman Petrus meneguhkan kita bahwa Yesus tidak berubah. Jika dulu Dia pernah membuat mujizat dalam hidup kita, saat ini Dia juga masih membuat mujizat. Tidak ada yang mustahil bagi Dia.

Allah selalu punya rencana lewat situasi-situasi yang sulit yang diijinkan terjadi dalam hidup kita. Situasi sulit yang dihadapi Petrus membuat ia mengalami Encounter (perjumpaan) dengan Tuhan. Persoalan itu telah membuat Simon Petrus melihat Yesus kembali sebagai ”Tuhan” bukan hanya sekedar ”Guru”. 

Mari saat ini kita memiliki cara pandang yang di ubahkan, dengan melihat persoalan sebagai kesempatan untuk kita melihat kemuliaan Allah. Tuhan Yesus memberkati.





Ibadah online, klik link sbb:
 https://www.youtube.com/channel/UC3LTSsZlGFEVAhsYCs4QJHQ
 

JAM MENARA DOA:
PAGI: 07.00-09.00
SORE: 15.00 - 17.00









 




Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025