WARTA, MINGGU 15 MARET 2020
Seorang hamba tidak dapat mengabdi
kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang
seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Lukas 16:13
Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah
kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka,
bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Kisah Para Rasul 8:20
Janganlah
kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa
yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan
membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani
13:5
Gaya hidup murid Kristus adalah suka
bersekutu ke Tuhan dan saudara seiman. Murid Kristus menyadari bahwa imannya
bertumbuh ketika Ia dekat dengan Tuhan melalui bertumbuh bersama dalam
komunitas murid. Tetapi banyak murid Kristus tidak mempunyai persekutuan yang
baik dengan Tuhan. Mengapa? Karena mereka telah mengizinkan virus “uang sebagai
tuan” membunuh hubungan yang baik dengan Tuhan.
Uang bisa menjadi tandingan Tuhan
dalam hidup kita (Lukas 16:13). Ini terjadi karena uang menjadi tuan bukan
hamba dalam kehidupan kita. Sebagai akibatnya, kita meragukan penyertaan Tuhan
yang sudah berjanji “sekali-kali tidak akan membiarkan apalagi meninggalkan
kita. (Ibrani 13:5) Dampak puncaknya adalah kita menjadi binasa (“dibunuh”)
oleh uang (kisah 8:20) Penyebab utama uang menjadi tuan karena kita tidak
menyadari prinsip kebenaran bahwa segala sesuatu( termasukUANG) adalah
dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya. (roma 11:36)
1. UANG DARI TUHAN
Kita harus menyadari bahwa kita bisa memiliki uang karena Tuhan
memberkati. Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu:
Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Seringkali
manusia melupakan ini dan merasa bahwa uang itu semata-mata hasil keringat/ kerja
kerasnya. Tentunya, orang yang menyadari bahwa kemampuan bisa memiliki uang dari
tuhan, tidak bermalas-malasan atau tidak melakukan sesuatu. Orang yang menyadari
bahwa Tuhan sudah memberikan kemampuan justru mau bekerja keras- (1 Korintus
15:10)
2. UANG OLEH TUHAN
Tuhan memberi pedoman bagaimana uang itu harus digunakan. Pertama untuk
mencukupkan kebutuhan kita. “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia
makan.” (II tesalonika 3:10). Kedua-
mengumpulkan harta di surga- “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; …20 Tetapi kumpulkanlah bagimu
harta di sorga… 21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)
Untuk menjalani pedoman kedua kita harus mengetahui bagaimana bentuk,
pengumpulannya dan tujuannya? (baca di Maleakhi 3:8-10;
Nehemia 10:35; Mazmur 50:14; Amsal 3:9; 1 korintus 16:1-2) Bentuknya
adalah persembahan persepuluhan, persembahan khusus, persembahan sulung, dan
persembahan syukur. Pengumpulannya- di Rumah perbendaharaan/ gereja lokal
dimana Tuhan percayakan orang lewi- pemimpin jemaat/ pelayan sepenuh waktu dengan beberapa orang, yang dipilih dengan
tuntuan Tuhan dan terbukti sudah taat dalam persembahan, mengatur persembahan
yang tuhan perintahkan. (Bilangan 18:21; Nehemia 12:44) Tujuannya agar ada
makanan di rumah perbendaharaan, dan melengkapi pelayanan ibadah dan
pengembangannya
3. UANG UNTUK KEMULIAAN TUHAN
Bila kita sudah bertindak dalam soal uang sesuai dengan pedoman Tuhan,
kita bisa melihat bagaimana perbuatan yang kita lakukan dengan uang akan memuliakan Tuhan (Matius 5:16 dan 2
Korintus 9:12-13)
GOD BLESS AND SEE YOU NEXT WEEK









Comments
Post a Comment