WARTA, MINGGU 23 FEBRUARI 2020

“ …Belum jugakah kamu faham dan
mengerti? Telah degilkah hatimu?”
Jika kita membaca dalam Markus 8 : 14
– 21, Yesus dengan keras menegur murid-muridNya, bahkan Dia
menggunakan kata yang cukup jelas dan lugas “ telah degilkah hatimu?”. Hal ini
disebabkan bukan karena mereka tidak tahu apa yang Yesus ajarkan, tetapi salah
dalam menanggapi pengajaran Yesus. Saat itu Yesus sedang mengajarkan bahwa
mereka harus berhati-hati dengan ragi Farisi dan ragi Herodes, namun
murid-murid berpikir bahwa Yesus mengatakan demikian karen mereka tidak punya
roti. Disini kita menemukan 2 pandangan yang berbeda antara Yesus dan
murid-muridNya :
Yesus sedang membicarakan atau mengajarkan hal-hal rohani
yang penting yaitu ragi Farisi dan Herodes sedangkan, Murid-muridNya berpikir
bahwa Yesus sedang membicarakan hal-hal jasmani ( soal tidak ada makanan ).
Pemikiran demikianlah yang membuat Yesus marah, sehingga
perlu menyebut mereka dengan sebutan “Degil”. Mengapa?
1. Bukan sekali Yesus membuat mujizat
melipatgandakan makanan, sehingga mereka tidak mungkin kelaparan tentang
makanan dan tidak perlu mengkuatirkan tentang makanan. Karena bukan hal yang
sulit bagi Yesus menyediakan makanan bagi mereka. Artinya mereka meragukan
pemeliharaan Yesus dalam hidup mereka.
2. Mereka melihat bahwa hal jasmani
lebih penting daripada hal rohani. Pikiran mereka hanya dipenuhi tentang
hal-hal jasmani saja, sehingga mereka tidak mampu melihat hal-hal rohani yang
jauh lebih penting dibandingkan hal-hal jasmani.
3. Yesus berharap bahwa perjalanan
bersama-sama dengan Dia membuat murid-muridNya naik ke level iman yang lebih
tinggi, namun hal itu tidak di dapati dalam mereka. Ini menyebabkan Yesus harus
mengingatkan mujizat demi mujizat yang pernah Dia kerjakan
4. Cara pandang duniawi dan agamawi (
ragi Herodes dan Farisi ) masih menguasai hidup mereka. Cara pandang ini
membuat kita tidak mampu melayani dengan kasih seperti Yesus. Pandangan ini
pula membuat kita tidak dapat bertahan dalam penderitaan saat mengiring Tuhan.
Bagaimana dengan hidup kita saat ini?
Apakah kita juga memiliki pemahaman yang sama dengan murid-murid Yesus? Orang
yang degil adalah orang yang keras hati ( susah dinasihati ) atau buta hati
nuraninya ( tidak peka, tidak peduli ).
Kita sedang mengampanyekan Gerakan
Bersama membaca Alkitab. Melalui Gerakan ini diharapkan jemaat Tuhan semakin
mengerti Firman Tuhan dan menjadi pelaku Firman. Ijinkan Firman Tuhan
mengoreksi dan menegur kita. Perikop ini ditutup dengan sebuah pertanyaan Yesus
kepada murid-muridNya : “ Masikah kamu belum mengerti? “. Murid-murid
diharapkan bisa merenungkan dan mengerti apa yang Yesus ajarkan. Pertanyaan
yang sama juga diberikan kepada kita supaya kita merenungkan setiap hal yang
Tuhan ajarkan melalui firmanNya. Ingatlah Firman Tuhan yang mengatakan “Pada
hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam
kegeraman”. Ibrani 3: 15.
GOD BLESS AND SEE YOU NEXT WEEK










Comments
Post a Comment