WARTA, MINGGU 19 JANUARI 2020





 

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya:”Jikalau    kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akanmemerdekakan kamu”. ( Yoh. 8 : 31-32 )


Saya beberapa kali traveling ke China dengan istri. Orang-orang China yang kami temui sering ajak istri saya bicara bahasa mandarin, dalam benak mereka, ini pasti orang Chinese, karena wajah mendukung, kulit putih, dan suami bicara mandarin seperti orang-orang lokal mereka. Ternyata istri saya hanya senyum-senyum saja, alias tidak mengerti.

Kita hanya dapat disebut bangsa tertentu, kalau kita mengerti bahasanya, mengerti budaya mereka, dan hidup dalam komunitasnya.

Hari ini kita sebagai orang percaya, apakah sudah dengan sendirinya termasuk murid Kristus ? Jika ya, apa kriterianya ? Dan apa pula bedanya antara murid dan non murid ?

Dalam Yoh. 8:31-32 ada 3 kata penting yang dapat menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak dengan teliti.
 Yesus bilang “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku…”, kata jikalau dipakai karena banyak orang percaya yang tidak tetap dalam firman. Tetap berarti setia, terus menerus, tidak berubah-ubah. Seorang murid harus punya tekad, karakter, dan jiwa yang setiap saat menghidupi firman.

Manusia memang mudah berubah, mudah tergoda, karena daging kita lemah. Jangan biarkan keinginan daging merampas hidup kita, tetapi lawanlah dengan ketekunan kita dalam Tuhan dan firman-Nya.

    Dalam ayat 32 dijelaskan bahwa firman itu adalah kebenaran. Kebenaran adalah terang bagi setiap orang dalam gelap, arah bagi orang yang tersesat, dan hukum bagi orang yang tertindas. Semua orang mencari kebenaran, tetapi banyak orang membuat standard kebenaran masing-masing, bahkan segala sesuatu yang menguntungkan dirinya dianggap benar. Karena itu sering terjadi keributan, perselisihan, bahkan kekerasan antar bangsa. Manusia harus kembali pada kebenaran sejati yang sudah lengkap di dalam firman Allah.
Kalau kita baca terus ayat 33, ada pertanyaan mereka yang menunjukkan bahwa mereka tidak merasa butuh merdeka, dengan kata lain mereka tidak merasa tertawan. Demikian juga kehidupan orang banyak saat ini, semua orang merasa baik-baik saja, bisa makan sesukanya, menikmati apa saja yang diinginkan mata, bahkan menyingkirkan siapa saja yang tidak disukai.

Coba renungkan lebih dalam, bukankah banyak orang sudah tertawan dengan makanan yang tidak sehat ? Tertawan dengan hawa nafsu ? Bahkan tertawan dengan dosa yang sudah tidak terasa lagi. Kalau ini adalah kondisi kita saat ini, mari bebaskan diri kita sekarang juga, jangan lagi ditipu oleh kebenaran yang semu, akuilah kebenaran di dalam firman, dan miliki itu, maka kita akan jadi orang yang benar-benar merdeka.

Saudara-saudara kekasih, maukah kita hidup dalam firman-Nya ? Bertekun menjalani setiap kebenaran dalam detail kehidupan, sehingga kita bukan lagi murid yang selalu tinggal kelas, tetapi kita mau jadi murid teladan, murid sejati, sehingga nama Tuhan boleh dipermuliakan. 

PENGUMUMAN 







God bless you
 see you next week















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025